Unduh Aplikasi

Kemenkes Tak Rekomendasi, Dishub Aceh Malah Pasang Bilik Disinfeksi di Perbatasan

Kemenkes Tak Rekomendasi, Dishub Aceh Malah Pasang Bilik Disinfeksi di Perbatasan
Ilustrasi. Foto: ANTARA/Shutterstock

BANDA ACEH - Kementerian Kesehatan Republik Indonesia mengintruksikan kepada seluruh dinas provinsi dan kab/kota agar tidak menganjurkan penggunaan bilik disinfeksi di tempat dan fasilitas umum (TFU) serta permukiman dalam rangka pencegahan Covid-19.

Instruksi tersebut disampaikan melalui surat edaran bernomor 1-IK. 375/2020 dan ditandatangani langsung oleh Direktur Jenderal Kesehatan Masyarakat, Kirana Pritasi Sari, pada 3 April 2020.

Namun, Dinas Perhubungan Aceh malah memasang empat bilik tersebut di wilayah perbatasan yakni di Kabupaten Aceh Singkil, Aceh Tenggara, Aceh Singkil dan Subulussalam.

Kepala Dishub Aceh, Junaidi mengatakan, penyediaan bilik disinfeksi itu dilakukan sebagai bentuk pengawasan terhadap bus angkutan penumpang yang sangat sulit dijangkau.

Paling tidak, dengan adanya bilik tersebut di daerah perbatasan, maka dapat dilakukan pengawasan, terutama terhadap barang-barang bawaan para penumpang.

"Kita membantu sebisanya kegiatan posko yang sudah digagas masing-masing kabupaten/kota di perbatasan Aceh," kata Junaidi saat dikonfirmasi AJNN, Selasa (7/4).

Selain itu, kata Junaidi, para petugas di sana juga dibekali alat pelindung diri (APD), yang dibutuhkan, seperti masker, sarung tangan serta pencuci tangan bagi penumpang yang membutuhkan.

"Untuk ketertiban juga kita bantu water barrier, stick lamp dan kebutuhan lainnya yang sedang kita inventarisir," ujarnya.

Junaidi menambahkan, penyediaan bilik itu juga sudah dibahas sebelumnya dengan masing-masing posko. Serta telah membicarakan tentang pertimbangan kesehatan.

"Disamping itu tim Dishub tentu ada tim kesehatan yang bekerja bersama sama dilapangan, harapan kita pemanfaatannya dapat diputuskan sesuai ketentuan," tutur Junaidi.

Komentar

Loading...