Unduh Aplikasi

Kemenag Aceh Koordinasi dengan Pemprov Aceh Terkait SE Salat Tarawih di Rumah

Kemenag Aceh Koordinasi dengan Pemprov Aceh Terkait SE Salat Tarawih di Rumah
Kepala Sub Bagian Umum dan Humas Kanwil Kemenag Aceh, Safrizal. Foto: Ist

BANDA ACEH - Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Provinsi Aceh akan berkoordinasi dengan pemerintah Aceh dan Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh terkait pelaksanaan Surat Edaran (SE) Menteri Agama nomor 6 tahun 2020 tentang panduan ibadah Ramadhan dan Idul Fitri 1441 Hijriah di tengah pandemi Covid-19.

Dalam edaran tersebut disampaikan, pemerintah mengimbau agar masyarakat melaksanakan ibadah di salat tarawih saat bulan Ramadhan di rumah masing-masing.

Surat edaran ini sempat membuat heboh masyarakat Aceh setelah beredar luas di media sosial.

Kepala Sub Bagian Umum dan Humas Kanwil Kemenag Aceh, Safrizal mengatakan, Kemenag Aceh tetap akan menunggu keputusan dari pemerintah Aceh dan MPU Aceh terkait pelaksanaan edaran tersebut.

Pada poin terakhir SE Menteri Agama nomor 6 tahun 2020 itu disebutkan, panduan ini dapat diabaikan jika telah diterbitkannya pernyataan resmi pemerintah pusat untuk seluruh negeri atau pemerintah daerah untuk daerahnya masing-masing yang menyatakan keadaan telah aman dari Covid-19.

"Kita mengindahkan edaran ini untuk berkoordinasi dengan pemerintah Aceh dan MPU Aceh. Sehingga masyarakat dapat menjalankan ibadah di bulan suci Ramadhan dan Idul Fitri dengan tenang," kata Safrizal kepada wartawan, Selasa, (7/4).

Safrizal menyampaikan, seandainya pemerintah Aceh dan MPU berpendapat lain, maka masyarakat Aceh dapat mengikuti kebijakan pemerintah daerah tersebut.

"Jika pemerintah Aceh dan MPU mengintruksikan agar pelaksanaan tarawih dilaksanakan sebagaimana biasanya di masjid atau musalla, maka yang berlaku adalah intruksi gubernur dan MPU Aceh," ujarnya.

Kemenag Aceh mengimbau seluruh masyarakat Aceh untuk tetap menjaga kesehatan sesuai protokol keselamatan.

"Tetap jaga jarak dan cuci tangan setelah beraktivitas serta tetap berada di rumah untuk sementara waktu," serunya.

Kanwil Kemenag Aceh juga telah mengintruksikan seluruh Kankemenag kabupaten/kota di Aceh agar berkoordinasi dengan pemerintah daerah terkait kondisi daerah masing-masing.

"Pemerintah daerah yang lebih tahu kondisi daerahnya masing-masing. Kita juga sudah sampaikan ke Kankemenag kabupaten/kota bahwa edaran ini tidak berlaku jika pemerintah daerah atau MPU berpendapat lain," tutur Safrizal.

Komentar

Loading...