Unduh Aplikasi

Kemal Pasya: Debat Kandidat Jadi Ajang Guyonan

Kemal Pasya: Debat Kandidat Jadi Ajang Guyonan
Debat kandidat Cagub dan Cawagub Aceh. Foto: Hendra Keumala

ACEH UTARA - Debat publik calon Gubernur dan Wakil Gubernur Aceh yang dilaksanakan oleh KIP Aceh menuai ragam opini publik. Salah satunya disimpulkan analis politik Teuku Kemal Pasya.

"Debat Paslon Gubernur-Wakil Gubernur Aceh masih sangat umum. Tidak memberikan kepuasan intelektual dan cara pandang baru dalam mengupayakan perbaikan dan mengubah keterpurukan Aceh," kata Kemal kepada AJNN, Jumat (23/12).

Menurut Kemal, gagasan politik para kandidat masih sangat konvensional, terutama tercermin dari visi-misinya.

"Tidak ada sesuatu yang inovatif. Para kandidat masih menggunakan visi yang sudah pernah ada. Idenya serba tertinggal. Visi misi dan program kerjanya sudah sering dibicarakan oleh para ekonom dan pakar pertanian," ungkapnya.

Selain itu, sambungnya, para kandidat gagal memberikan keseriusan yang mendidik dalam debat. Para calon juga dinilai menjadikan guyonan untuk menutupi kekurangan.

"Ketika mereka gagal memberikan keseriusan, maka guyonan itu menjadi upaya kamuflase menutupi kekurangan. Lagi pula kalau dihitung, itu guyonan slapstik, bukan talking comedy," ujarnya

Jika pun ada, ujar Akademisi Unimal tersebut, yang dianggap sebagai pembangunan dalam visi-misi para kandidat orientasinya masih dominan terkait fisikal dan ekonomi.

"Tidak ada gagasan kebudayaan dan pembangunan yang dijelaskan secara rigit. Gagasannya masih sangat teknokratis dan juga elitis," jelasnya.

Memang secara personal, kata Kemal, ada tiga sosok yang berbicara tentang program yang agak konkret yaitu Abdullah Puteh, Tamizi Karim, dan Irwandi.

"Tapi gagasan itu tidak akan berdiri tanpa mempertimbangan pembangunam sosial-kebudayaan. Ya, bisa akan menerima takdir pembangunan dalam agenda politik dan elitis. Pembangunan masyarakat pinggiran dan pesisir belum cukup konkret, masih terlalu teoritis," katanya.

Komentar

Loading...