Unduh Aplikasi

Keluarga Santri Temboro: Data Anak Kami Beredar di Medsos, Kami Dapat Stigma Negatif

Keluarga Santri Temboro: Data Anak Kami Beredar di Medsos, Kami Dapat Stigma Negatif
Bupati Bener Meriah, Tgk H Sarkawi. Foto: AJNN/Fauzi Cut Syam

BENER MERIAH - Proses pengambilan swab tenggorokan santri Al Fatah Temboro, Magetan di ruang Skrining dan isolasi RSUD Muyang Kute sempat menegangkan. Pasalnya sejumlah orang tua santri kecewa terhadap data lengkap keluarga santri yang sebelumnya positif Covid-19 dan anak mereka yang sudah menjalani rapid test beredar luas di grup WhatsApp dan sejumlah media sosial lainnya.

Mereka menumpahkan rasa kecewa dan kekesalannya dihadapan Bupati Bener Meriah, Tgk H Sarkawi dengan nada sedikit marah dan kekecewaan mendalam. Menurut mereka, kehidupan mereka saat ini secara sosial sangat berbeda dibandingkan sebelum wabah Covid-19 melanda. Sejumlah pandangan negatif (Stigma) ditujukan kepada santri dan keluarga akibat beredarnya data tersebut.

"Mohon izin pak bupati, kalau seandainya ada yang positif, Nauzubillah min zalik. Mudah-mudahan tidak ada yang kena, bisa tidak, kami mohon jangan ada (data) anak kami yang langsung dimasukkan ke media sosial. Karena kami langsung dihujat. Itu satu permintaan kami," ujar salah satu anggota keluarga santri kepada Bupati Sarkawi.

Selain memohon untuk tidak dipublikasikan, salah seorang anggota keluarga lainnya bahkan mengancam akan menuntut kepada pihak berwajib penyebar informasi dan data lengkap keluarga mereka yang positif Covid-19.

Untuk diketahui, sejumlah nama santri Temboro dan warga yang menjalankan rapid test beredar luas di berbagai media sosial. Bahkan, satu surat hasil pemeriksaan Polymerase Chain Reaction (PCR) di Balitbangkes Aceh yang dikirimkan ke RSUD Muyang Kute juga ikut beredar baik di facebook, WhatsApp dan media sosial lainnya.

Sementara itu, Bupati Bener Meriah, Sarkawi mememinta tim gugus tugas Covid-19 dan kadis Kesehatan Bener Meriah, untuk mengusut penyebar informasi (Dokumen) hasil rapid test dan hasil swab termasuk alamat lengkap warga tersebut.

"Tidak boleh ada data detail orang atau keluarga mereka yang sedang dalam penanganan akibat Covid-19 yang bocor ke publik. Segera usut itu," kata Sarkawi dengan nada tegas sambil melirik manajemen RSUD Muyang Kute.

Bupati mengingatkan kalau masih ada data yang bocor ke media sosial, maka pihaknya akan memproses kepada pihak berwajib.

Komentar

Loading...