Unduh Aplikasi

BABAK BARU MENGUNGKAP DUGAAN TPPU DI BANK ACEH

Keluarga “Pemilik” Rekening Basah di Bank Aceh Mengaku Sudah Diperiksa Polisi

Keluarga “Pemilik” Rekening Basah di Bank Aceh Mengaku Sudah Diperiksa Polisi
Ilustrasi. Foto: Net

BANDA ACEH - Keluarga pemilik rekening basah di Bank Aceh Syariah kantor cabang Bank Aceh di Jalan S Parman, Medan, Sumatera Utara, mengaku sudah diperiksa oleh penyidik dari Polda Aceh.

Yusrizal, anak dari pemilik rekening itu mengaku memang pihak penyidik dari Polda Aceh sudah memeriksa dirinya dan keluarganya di Medan.

“Benar, kami sudah diperiksa, mereka mengaku dari Polda Aceh,” kata Yusrizal kepada AJNN, Rabu (7/10).

Dirinya sangat senang ketika pihak kepolisian mau melakukan penyelidikan terkait kasus tersebut. Baginya kasus ini sangat penting diungkap oleh aparat hukum di Aceh.

“Polisi harus serius dan berani mengungkap kasus ini,” kata Yusrizal.

Namun, Yusrizal menilai kasus ini akan tersendak dengan surat yang pernah diteken oleh ibunya, Yusnamurti, selaku pemilik rekening. Dimana ketika kasus ini muncul, pihak bank mendatangi kediamannya untuk meminta ibunya meneken satu surat yang ibunya sendiri tidak mengetahui surat tersebut.

“Jadi alasan pihak bank mau silaturahmi, tapi tiba-tiba ada surat yang harus diteken, ibu saya mana mengerti surat menyurat, saya menduga surat yang diteken ibu saya itu adalah jebakan, say duga isi surat itu akan membela pihak bank,” ungkapnya.

Apalagi, kata Yusrizal, pihak bank tidak meninggalkan surat tersebut kepada pihak keluarga. Ia sendiri hingga kini masih penasaran dengan isi surat yang diteken ibunya itu. 

Baca: GeRAK Siap Bekerja Sama dengan Komisi 3 Ungkap Kasus Dugaan TPPU di Bank Aceh

“Saya menduga surat itu jebakan untuk keluarga kami, makanya saya sampai hari ini masih menuntut agar surat itu diserahkan kepada kami selaku pihak keluarga, karena ketika saya minta tidak pernah diberika oleh bank,” ujarnya.

Untuk mendapatkan surat itu, Yusrizal mengaku pernah mendatangi kantor Bank Aceh Syariah Pusat, dan bertemu dengan Direktur Operasional Bank Aceh Syariah, Lazuardi dan Ketua SKAI, Samsul. Namun surat yang diminta tak kunjung didapatkan.

“Mereka (Bank Aceh Syariah) meminta kami untuk bersabar, mau sabar sampai kapan, ibu saya sudah menjadi korban ini,” tegasnya.

Untuk itu, ia meminta kepada Plt Gubernur Aceh, Nova Iriansyah untuk turun tangan terkait kasus tersebut. Pasalnya kasus yang membawa-bawa keluarganya itu sudah mencoreng citra Bank Aceh Syariah, yang menjadi kebanggaan masyarakat Aceh.

“Ini kasus sangat mempermalukan Bank Aceh, Plt Gubernur Aceh harus segera turun tangan dan mengevaluasi manajemen Bank Aceh Syariah. Saya minta kasus ini harus selesai dan harus berhasil diungkap siapa pemilik uang itu,” tegasnya.

Komentar

Loading...