Unduh Aplikasi

Keliling Kota Krueng Geukuh dengan Dokar Solok

Keliling Kota Krueng Geukuh dengan Dokar Solok
Kusir delman atau dokar bersiap berangkat, membawa warga berkeliling Kota Krueng Geukuh, Dewantara. Foto: Safrizal

ACEH UTARA - Banyak pilihan untuk mengisi waktu senggang dan liburan bagi anak-anak di Krueng Geukuh, Kecamatan Dewantara, Aceh Utara, salah satunya mencoba transportasi tradisional delman atau dokar untuk berkeliling pusat kota Krueng Geukuh.

Jasa angkutan delman atau dokar yang didatangkan dari negeri berjuluk jam gadang Solok, Padang, Sumatera Barat itu sengaja disewakan kepada warga untuk perjalanan keliling pusat kota Kreung Geukuh dan sekitarnya.

Tampak jejeran kuda bertandu yang dipandu sang kusir profesional, secara silih berganti melayani masyarakat turun naik secara bergantian ke atas dokar di depan Mesjid Besar Bujangsalim Kreung Geukuh.

"Kurang lebih sudah hampir tiga tahun lebih kami mangkalnya disini terus, selain jalanan lenggang oleh kendaraan masyarakat juga sudah pada tahu delman atau dokar kami ada disini," ujar Asman, kusir dokar asal Solok, Padang, kepada AJNN, Jumat (19/7) sore.

Dia mengatakan, kerap kali anak-anak bersama keluarga merasa sangat ceria ketika berada di atas dokar. Meskipun kadang ada keleluhan terbatasnya akan tempat duduk. Namun itu bukan sebuah kendala bagi mereka untuk bahagia, itu bisa dirasakan sepanjang perjalanan.

Saat ini keberadaan kereta kuda dari nagari berjuluk Jam Gadang tersebut kian dilirik dan menjadi primadona warga, terutama bagi anak-anak yang ingin berwisata keliling pusat kota dengan keluarga.

"Para pengguna jasa dokar, sebahagian besar hanya ingin jalan-jalan mengelilingi pusat kota disini. Tapi kadang ada juga yang sengaja nyewa untuk mengantarkan pulang sambil membawa belanjaan," jelas Asman.

Menurut Asman, tempat yang digunakan untuk mangkal dokar atau delman biasanya ditempat ramai pengunjung dan tidak macet dengan lalu lalang kendaraan. Karena umumnya yang ingin merasakan kenikmatan duduk di kereta kuda itu adalah anak-anak, maka tempatnya harus terjaungkau dan aman.

"Mungkin duduk di atas kereta kuda menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat disini. Biasanya Sabtu atau Minggu dan hari libur lainnya peminat membludak, malah ada yang tahan 10 kali putaran," tandasnya.

Sementara itu, selain ramah lingkungan, kendaraan berkuda itu pun memasang tarif relatif terjangkau. Yaitu, untuk sekali putaran atau keliling kota cukup merogoh kecek Rp 5 ribu bagi anak-anak dan Rp 10 ribu untuk orang dewasa.

Komentar

Loading...