Unduh Aplikasi

Kelangkaan Pupuk Bersubsidi di Pidie, Plt Sekda: Kuota Diberikan Hanya 35 Persen

Kelangkaan Pupuk Bersubsidi di Pidie, Plt Sekda: Kuota Diberikan Hanya 35 Persen
Ilustrasi. Foto: Bengkuluekspress.com

PIDIE - Menanggapi permintaan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Kabuaten (DPRK) Pidie terkait persoalan kelangkaan pupuk yang dialami para petani saat memasuki musim tanam padi rendengan.

Pelaksana tugas (Plt) Sekda Pidie Maddan mengatakan jumlah kuota pupuk subsidi yang dialokasikan tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan para petani dengan jumlah luas lahan mencapai 24.825,5 hektar. Ini berdasarkan hasil survey LP2P.

Baca: DPRK Minta Pemkab Pidie Atasi Kelangkaan Pupuk

"Seharusnya yang disediakan pupuk berdasarkan peruntukan luas lahan. Itu harus ada pupuk, tapi hari ini yang diberikan hanya 35 persen untuk musim tanam gadu dan rendengan sehingga belum tercukupi,” katanya.

Maddan mengaku, Pemerintah Pidie telah melakukan berbagai upaya untuk mengatasi kekurangan pupuk yang saat ini sedang musim tanam padi rendengan tahun ini dan tahun mendatang.

“Kita telah mengundang pihak PIM, Peti Petro Kimia Gersik dan pemangku kepentingan lain untuk membahas ketesediaan pupuk untuk musim tanam rendengan tahun 2019-2020,” ujarnya.

Kabid Sarana dan Prasarana pada Dinas Pertanian dan Pangan Pidie Zulfikar Ismail mengatakan, sisa pupuk menghadapi musim tanam padi rendengan 2019 sebanyak 779,50 ton dari total kuota pupuk yang diberikan 12,459 ton.

“Artinya untuk musim tanam padi rendengan pada November ini, Kabupaten Pidie masih mengalami kekurangan pupuk mencapai 24.182,95 ton,”ujarnya.

Dia menyebutkan, adapun jenis pupuk bersubsidi yang tersisa pada tahun ini diantaranya pupuk urea 114,00 ton, NPK 21,60 ton, ZA 262,90 ton, SP-36 381,00 ton, sementara stok pupuk organik kosong.

Komentar

Loading...