Unduh Aplikasi

Kekeringan, 2.493 Hektare Sawah di Aceh Besar Terancam Gagal Panen

Kekeringan, 2.493 Hektare Sawah di Aceh Besar Terancam Gagal Panen
Ilustrasi. Foto: Net

BANDA ACEH - Akibat kekeringan yang melanda sejumlah kawasan di Aceh Besar, seluas 2.493 hektare (Ha) persawahan di wilayah tersebut terancam gagal panen.

Kepala Dinas Pertanian Aceh Besar, Azhar mengatakan, kekeringan di musim penghujan ini telah berdampak terhadap hasil panen patani, hal itu sebenarnya disebabkan karena kerusakan saluran irigasi Lamkuk di Kecamatan Seulimeum sejak akhir 2019 lalu.

Namun, saat ini saluran irigasi tersebut telah diperbaiki beberapa hari lalu, kedepan dipastikan air akan kembali mengairi hingga areal persawahan.

"Seluas 2.493 Ha mengalami kekeringan, dan mungkin akan gagal panen," kata Azhar saat dihubungi AJNN, Rabu (22/1).

Azhar menyampaikan, tidak semua daerah di Aceh Besar mengalami kondisi serupa, karena beberapa kecamatan lain seperti Leupung dan Lhong, petani disana belum melakukan penanaman padi.

Baca: Kekeringan, Pemkab Aceh Besar Instruksikan ASN Gelar Salat Minta Hujan

Selain itu, kata Azhar, kekurangan air ini tak hanya berdampak ke sektor pertanian padi, pangan, perkebunan serta holtikultura lainnya saja. Tetapi juga terhadap tanaman serta manusia sendiri.

"Ternak, tanaman dan manusia (juga merasakan dampak kekurangan air)," ujarnya.

Seperti diketahui, akibat kekurangan air di sejumlah wilayah tersebut, Pemerintah Aceh Besar telah mengeluarkannya seruan kepada ASN, tenaga kontrak dan masyarakat untuk melaksanakan shalat istisqa (minta hujan).

Dalam seruan Bupati Mawardi Ali bernomor 451/160/2020 tertanggal 16 Januari 2020 itu meminta seluruh pegawai dijajarannya untuk mengikuti salat istisqa bersama di lapangan bola kaki Gampong Siron, Kecamatan Ingin Jaya, Kamis besok (23/1).

Komentar

Loading...