Unduh Aplikasi

KEK Arun Tidak Masuk PSN, Marzuki Daham: Tidak Rugi Kalau Tidak Masuk

KEK Arun Tidak Masuk PSN, Marzuki Daham: Tidak Rugi Kalau Tidak Masuk
KEK Arun-Lhokseumawe. Foto: poltekmigas.

BANDA ACEH - Pemerintah pada 17  November 2020 yang lalu telah menetapkan 18 Kawasan Industri (KI) dan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) dalam Proyek Strategis Nasional (PSN). 

Penetapan itu dilakukan melalui Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 109 Tahun 2020 tentang Perubahan Ketiga atas Peraturan Presiden Nomor 3 Tahun 2016 tentang Percepatan Pelaksanaan PSN. 

Sebagai informasi, pemerintah sebelumnya telah menetapkan 201 proyek dan 10 program yang mencakup 23 sektor dengan total nilai investasi sebesar Rp 4.809,7 triliun sebagai PSN.

Dari 18 KI dan KEK tersebut ternyata KEK Arun Lhokseumawe tidak termasuk dalam PSN  tersebut. Padahal KEK Arun Lhokseumawe yang dikelola oleh PT Patriot Nusantara ini punya potensi yang luar bisa yaitu ekosistem perairan yang kaya dan produktif dan memungkinkan menjadi basis pengembangan industri perikanan tangkap.

Kawasaan ini juga bisa menjadi basis industri pertanian dengan dukungan komoditas unggulan seperti sawit, kopi, kakao, karet, kelapa, minyak atsiri dan komoditas lainnya.

Selain itu, KEK Arun Lhokseumawe akan berkembang bersamaan dengan pengembangan wilayah beberapa negara di kawasan Asia Selatan melalui revitalisasi ekonomi laut jalur sutra (Maritime Silk Road). 

Oleh sebab itu maka kawasan Ekonomi Khusus Arun Lhokseumawe berada pada pasar perdagangan ASEAN dan Asia Selatan. Dengan potensi dan peluang yang dimiliki, KEK Arun Lhokseumawe juga diproyeksikan akan mencapai nilai investasi sebesar USD 3,8 miliar dan menyerap tenaga kerja sebanyak 40.000 orang pada tahun 2021.

Terkait tidak masuknya KEK Arun Dalam PSN, AJNN menghubungi Direktur Utama (Dirut) PT Patriot Nusantara, Marzuki Daham. Menurut Marzuki, dirinya belum mendapat informasi yang lengkap terkait hal tersebut. Tapi menurutnya KEK Arun Lhokseumawe sebenarnya  sangat strategis.

"Satu - satunya KEK yang sudah jalan, sebenarnya adalah KEK Arun karena sudah ada pembangunannya, kita sudah mulai itu,' ujar Marzuki Daham kepada AJNN, Minggu (29/11) melalui sambungan telepon dari Lhokseumawe.

"Tapi memang belum terlihat karena pembangunannya saja butuh waktu dua sampai tiga tahun," sambungnya.

Bahkan kata Marzuki, pihaknya sudah membangun fasilitas untuk pabrik pupuk dan juga pabrik cairan H2o2. selain itu saat ini juga pihaknya sedang membangun pabrik Metanol. Untuk itu dirinya belum tahu maksud dari stratregis apa dalam hal tersebut dan apa kriteria untuk bisa masuk PSN itu. 

"Kita mengerjakan hal yang jelas - jelas saja, bukan cet langet. Semua upaya yang kita lakukan juga harus riil, karena kita mengharapkan orang melakukan investasi di sini," ujar marzuki.

Upaya yang dilakukan pihaknya menurut Marzuki adalah sebatas mempromosikan KEK Arun. Dengan demikian ketika investor bertanya apa kelebihan KEK Arun, maka pihaknya bisa menjelaskan kalau kawasan ini enak dan nyaman.

"Nanti yang menentukan investor juga ya kan, karena mereka akan mengeluarkan uang di sini," ujar Marzuki.

Karena hal tersebut menurut Marzuki, sudah beberapa tahun berjalan KEK ini tidak ada yang riil. Selain itu KEK Arun menurutnya tidak akan rugi jika tidak masuk proyek Strategi nasional, karena akan ada investor yang akan masuk.

"Apa ruginya, sedangkan strategis atau tidak strategis, saya tidak mengerti akan hal itu. Termasuk apa kriteria untuk bisa masuk kedalam PSN," ujar Marzuki.

Hal yang paling penting menurut Marzuki adalah investor mau datang ke KEK Arun untuk Investasi, terciptanya lapangan kerja.

"Bagi saya KEK Arun cukup stategis. kalau saya punya banyak uang, maka saya akan bangun banyak pabrik di sini. Mungkin maksud pemerintah yang lain strategis, KEK Arun paling strategis," kata Marzuki sambil tertawa.

"Tapi yang jelas saya tidak akan protes karena tidak masuk dalam PSN, karena selama ini kalau ada meeting KEK, kita selalu diundang," pungkas Marzuki.

Berikut ini 18 kawasan industri dan KEK yang tergabung dalam sektor kawasan pada Perpres 109/2020;

1. Kawasan Industri Kuala Tanjung, Sumatera Utara.

2. Kawasan Industri Landak, Kalimantan Barat.

3. Kawasan Industri Ketapang, Kalimantan Barat.

4. Kawasan Industri Tanggamus, Lampung.

5. Kawasan Industri Jorong, Kalimantan Selatan.

6. Kawasan Industri Bantang, Sulawesi Selatan.

7. Kawasan Industri Morowali, Sulawesi Tengah.

8. Kawasan Industri Konawe, Sulawesi Tenggara.

9. Kawasan Industri Teluk Bintuni, Papua Barat.

10. Kawasan Industri Tanah Kuning, Kalimantan Utara.

11. Kawasan Industri Pulau Obi, Maluku Utara.

12. Kawasan Industri Weda Bay, Maluku Utara.

13. Kawasan Industri Tanjung Enim, Sumatera Selatan.

14. Kawasan Industri Takalar, Sulawesi Selatan.

15. Kawasan Industri Wilmar Serang, Banten.

16. Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Api-api, Sumatera Selatan.

17. Pembangunan Underground Simpang Lima, Jawa Tengah.

18. Kawasan Industri Terpadu Batang, Jawa Tengah.

Komentar

Loading...