Unduh Aplikasi

KEK Arun Masih Terus Berbenah, PT PIM, Pelindo dan Pertamina Diharap Bisa Berinvestasi

KEK Arun Masih Terus Berbenah, PT PIM, Pelindo dan Pertamina Diharap Bisa Berinvestasi
KEK Arun-Lhokseumawe. Foto: poltekmigas.

LHOKSEUMAWE – Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Arun Lhokseumawe hingga kini masih terus berbenah dan mencoba menggait investor dan berbagai negara. Tiga pengusung kawasan ekonomi tersebut juga diharapkan agar bisa berinvestasi sebesar mungkin.

Tiga perusahaan yang dimaksud sebagai pengusung yakni, PT Pupuk Iskandar Muda (PT PIM), PT Pelindo, dan Pertamina.

“Perkembangan KEK Arun memang agak lambat, ada beberapa calon investor yang ingin masuk belum bisa kami kasih,” kata Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPTD) KEK Arun, Jonni kepada AJNN, Jumat (28/8).

Sambung Jonni, alasan pihaknya belum memberikan izin untuk investor-investor tersebut, karena mereka baru melakukan penjajakan, namun yang mengurus secara administrasi baru dua perusahaan, tapi itu belum mendapatkan lahan.

“Investor lain ada yang meminta, namun belum mengajukan permohonan, makanya tidak diberikan izin lebih dulu,” ungka Jonni.

Menurut Jonni, selama ini Pemerintah Pusat sangat mendukung, malah pihaknya diingatkan agar jangan mempersulit serta menghambat investor yang masuk.

“Dari Pemerintah Pusat sendiri jika ada investor dari luar negeri, sebagian besar diarahkan ke Provinsi Aceh,” jelas Jonni.

Kata Jonni, KEK Arun Lhokseumawe, berbeda dengan KEK daerah lain. Pasalnya, kalau di daerah lain lahannya masih kosong, dan investor dengan mudah masuk ke kawasan tersebut.

“Kalau KEK Arun ini, lahannya milik orang lain. Artinya, lahan milik Pertamina, PT PIM dan juga PT Pelindo, jadi ketika ada investor yang ingin masuk memakai lahan PIM harus nego terlebih dulu, dan itu menyulitkan mereka,” ujarnya.

Lanjut Jonni, begitupun dengan lahan Pertamina, yang dipegang oleh Lembaga Managemen Aset Negara (LMAN) harus koordinasi lebih panjang lagi.

“Kalau lahan kosong enak, badan usaha pengelola pembagiannya tinggal menunjuk saja, nah itulah yang membedakan KEK Arun dengan KEK daerah lain,” ucapnya.

KEK Arun, sambung Jonni, diusung oleh tiga perusahann raksasa, yakni PT PIM, Pelindo dan Pertamina. Pihaknya sangat mengharapkan tiga perusahan tersebut bisa berinvestasi.

“Saat ini yang sudah berjalan PT PIM, mereka sudah mulai memprodukis pupuk NPK dan sudah terlaksana sekitar 40 persen, sementara Pelindo dan Pertamina belum,” tuturnya.

Pihaknya berharap, ketiga perusahaan itu bisa banyak berinvestasi, misalkan Pertamina bisa membuat Biosolar, mengingat CPO sangat banyak diproduksi di Aceh, dan tidak perlu lagi diolah di Medan.

“Apasalahnya ambil sebagian CPO itu dan jadikan Biosolar di KEK Arun Lhokseumawe ini, sehingga ekonomi masyarakat pun bisa tumbuh, begitu juga dengan Pelindo coba hidupkan eksplor melalui Pelabuhan Krueng Geukuh,” kata Jonni.

Menurutnya, KEK Arun berbeda dengan kawasan industri biasa. Dan kekhususannya ada banyak kemudahan, baik itu izin perpajakan dan intensif lainnya.

“Masalahnya sekarang di lahan, dua investor ini saja yang sudah masuk, ketika mencari lahan agak lama,” imbuhnya.

Komentar

Loading...