Unduh Aplikasi

DUGAAN PENYIMPANGAN ANGGARAN JARINGAN AIR BERSIH

Kejati Periksa Mantan Kepala BPKS

Kejati Periksa Mantan Kepala BPKS
Kasipenkum Kejati Aceh, Munawal Hadi. Foto: AJNN/Tommy

BANDA ACEH - Sejumlah pejabat Badan Pengusahaan Kawasan Sabang (BPKS) dipanggil pihak Kejaksaan Tinggi Aceh terkait dugaan penyimpangan anggaran pembangunan jaringan air bersih di Pulo Breuh, Aceh Besar tahun anggaran 2017 dan 2018. 

"Betul, ada enam orang yang dipanggil untuk dimintai keterangan dugaan penyimpangan jaringan air bersih," kata Kasipenkum Kejati Aceh, Munawal Hadi, Rabu (23/9).

Ia menyebutkan tim pidana khusus Kejati Aceh saat ini masih mengumpulkan bahan keterangan atas dugaan penyimpangan anggaran pembangunan jaringan air bersih itu. 

"Ini masih tahap penyelidikan, tim jaksa masih mengumpulkan bahan keterangan," ujarnya. 

Infonya yang diperoleh AJNN, enam pejabat BPKS yang diperiksa dalam dugaan penyimpangan anggaran tersebut terdiri dari tiga Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), dua Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) termasuk mantan Plt BPKS Sabang serta mantan Kepala BPKS Sabang selaku kuasa pengguna anggaran (PA) 2018. 

Terkait apakah adanya pemanggilan tambahan dalam penyelidikan kasus tersebut, Munawal menyebutkan tergantung dari tim Pidsus. 

"Jika nanti di perlukan ada penambahan untuk di mintai keterangan, tim yang menentukan," ungkapnya. 

Dari surat panggilan yang diterima AJNN, adapun nama-nama yang dipanggil itu yakni Yudi Saputra (PPK tahun anggaran 2018), T Harri Kurniansyah (PPK Perencanaan dan Pembebasan Lahan), Fajri (KPA tahun anggaran 2017), Makinuddin Ashar (PPK Pulo tahun anggaran 2017), Zaldi (KPA 2018) dan Sayed Fadhil (PA tahun anggaran 2018).

Komentar

Loading...