Unduh Aplikasi

Kejati Aceh tiba di rumah dinas bupati Abdya

Kejati Aceh tiba di rumah dinas bupati Abdya
Fsd

ACEH BARAT DAYA-Kepala Kejaksaan Tinggi (Kejati) Aceh Tarmizi SH MH beserta rombongan yang datang dari Provinsi Aceh, disambut Bupati Aceh Barat Daya (Abdya) Jufri Hasanuddin dan sejumlah pejabat lainnya di Pendopo Bupati setempat, Selasa (17/3).


Dalam sambutannya, ia menyebutkan ribuan terima kasih kepada pemerintah Abdya yang telah menyambut darinya dari pagi ketika ia tiba di Bandara Kuala Batu hingga ke pendopo Bupati setempat.


Selanjutnya ia sempat memperkenalkan dirinya yang berasal dari kembang tanjong Kabupaten Pidie yang merupakan anak dari seorang petani.


Dalam acara ramah tamah yang digelar di rumah Dinas Bupati Abdya itu, Kajati Aceh Tarmizi berpesan agar Kajari Blangpidie bersama SKPD membantu pemerintah daerah dalam membangunan Kabupaten setempat.


”Saya yakin dan percaya seluruh SKPD dan Kejaksaan turut membantu Pemerintah Daerah Kabupaten Abdya, dan menjalankan tugasnya dengan sebaik-baiknya," katanya.


Selain itu, Tarmizi juga menghimbau agar Kajari Blangpidie menjalankan perspektif yang dapat mengingatkan. Karena mengingatkan merupakan salah satu langka yang efektif dalam menjalankan tugas.


Ia mengungkapkan, penangganan korupsi pada kejaksaan diKabupaten itu merupakan aspek yang harus dikedepankan dengan tujuan untuk mengurangai korupsi itu sendiri.


"Yang paling penting tujuan penangganan korupsi tersbut adalah agar memulihkan penyakit korupsi tersebut,"ucapnya.


Kemudian katanya, tahapan pelaksanaan program pemerintah yang dilakaukan oleh Bapeda sebagai roda pemikiran untuk memperkirakan berapa jumlah yang harus dikeluarkan untuk program tersbut. Jaksa mengedepankan poksi tugas mereka untuk menjaga keadilan, baik dalam bentuk kecil maupun bentuk besar. "Saya sudah sampai itu kepada Gubernur dalam bentuk perbaikan itu," tuturnya.


Sebab lanjutnya, kajati dan kejari juga mempunyai tugas terkait aspek kependataan sebagai modal yang paling utama dalam penguasa. "Modal yang paling utama adalah kepercayaan," ujarnya.


Ia mengakui, jumlah kasus diseluruh Aceh yang sudah dikumpulkan sebanyak 3.350 perkara yang sudah ditanggani selama 2 tahun kebelakang, tandasnya.


RAHMAT

Komentar

Loading...