Unduh Aplikasi

Kejati Aceh Terbitkan Surat Perintah Penyelidikan Proyek Jembatan Rangka Baja di Pidie

Kejati Aceh Terbitkan Surat Perintah Penyelidikan Proyek Jembatan Rangka Baja di Pidie
Kondisi jembatan rangka baja di Gapong Gigieng, Kecamatan Simpang Tiga, Pidie melengkung. Foto: AJNN/Salman

BANDA ACEH - Kejaksaan Tinggi Aceh telah menerbitkan Surat Perintah Penyelidikan (Sprint Lid) atas dugaan penyimpangan pekerjaan proyek jembatan rangka baja di Gampong Gigieng, Kecamatan Simpang Tiga, Pidie.

"Surat perintah penyelidikannya sudah keluar dan telah diserahkan ke bagian pidana khusus (Pidsus) untuk ditindaklanjuti," kata Kasipenkum Kejati Aceh, Munawal Hadi, Rabu (5/8).

Dengan adanya surat perintah yang ditandatangani kepala kejaksaan tinggi Aceh tersebut, tim Jaksa penyelidikan akan melakukan pengumpulan bahan keterangan dan alat bukti untuk mencari peristiwa pidana dalam pekerjaan proyek itu.

"Nantinya tim lidik dari pidsus akan mengumpulkan bahan keterangan. Info selanjutnya akan saya kabarin," ungkap Munawal.

Kejaksaan Tinggi Aceh mulai mengendus pengerjaan jembatan rangka baja di simpang tiga yang mulai dibangun sejak 2017, 2018 dan 2019 atas pengaduan masyarakat.

Baca: GeRAK Pertanyakan Penanganan Kasus Jembatan Rangka Baja di Pidie

Pada tahun 2017 dibangun oleh Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruangan (PUPR) Pidie dengan item pengerjaan pembangunan dua abudmen dengan anggaran Rp 1,4 miliar.

Sementara tahap II dibangun pada tahun 2018 oleh pihak Provinsi Aceh dengan anggaran Rp1,8 miliar untuk pengerjaan pemasangan rangka baja.

Sedangkan ahap III tahun 2019 dibangun Dinas PUPR Pidie dengan anggaran Rp1,4 miliar untuk pengerjaan pembangunan oprit, pengecoran dan pengaspalan.

Jembatan rangka baja yang dibangun menggunakan uang negara tersebut kini kondisinya sudah melengkung.

Komentar

Loading...