Unduh Aplikasi

Kejati Aceh Pertanyakan Data ICW

Kejati Aceh Pertanyakan Data ICW
Kejati Aceh, foto: Acehusblogspot
BANDA ACEH – Kejaksaan Tinggi  (Kejati)  Aceh mempertanyakan data Indonesia Corruption Watch (ICW) yang menyebutkan Kejati Aceh masuk 10 besar Kejati penunggak kasus tindak pidana korupsi selama periode semester pertama tahun 2015.

Kepala Penerangan Hukum dan Humas Kejati Aceh, Amir Hamzah kepada AJNN membatah pernyataan ICW yang menyebutkan Kejati Aceh lambat menangani kasus korupsi dengan jumlah 46 kasus dan total kerugian negara sebesar Rp338,9 miliar.

Amir hamzah justru mempertanyakan akurasi data lembaga anti korupsi itu.

“Angka 46 itu dari mana dia dapat, nilai Rp338,9 miliar itu dari mana dan akumulasi dari tahun berapa ke tahun berapa?” kata Amir Hamzah saat diwawancarai AJNN di ruang kerjanya Kamis (22/10) di Banda Aceh.

Yang pasti kata Amir Hamzah, sejak Januari sampai dengan September 2015 pihak Kejati Aceh telah melakukan penuntutan sebanyak 37 kasus. Penuntutan tersebut berasal dari kejaksaan negeri sebanyak 18 kasus, sisanya dari kepolisian seluruh Aceh,” tegasnya.

“Nah kalau dibandingkan jumlah data ini dengan apa yang disampaiakan oleh ICW jelas berbeda. Kita tidak tahu itu data kapan yang mereka punya,” tambahnya.

Amir Hamzah kepada AJNN menyebutkan saat ini pihaknya sedang menangani 37 kasus penuntutan, 52 kasus penyelidikan dan 27 kasus pada tahap penyidikan dengan total potensi kerugian negara Rp 114.036.991.652.

Ia juga mangatakan pihaknya saat ini mengalami peningkatan kinerja. Tidak seperti yang disebutkan ICW.

“Sebenarnya kinerja kejaksaan dan kepolisian kalau berdasarakan data kita itu terjadi peningkatan kinerja. Jangan main-main rangking begitu, kita bekerja kok,” tambahnya.

MITRO HERIANSYAH

Komentar

Loading...