Unduh Aplikasi

Kejati Aceh Periksa Empat Saksi Ahli Kasus Korupsi Keramba di Sabang

Kejati Aceh Periksa Empat Saksi Ahli Kasus Korupsi Keramba di Sabang
Aspidsus Kejati Aceh, Rahmadsyah. Foto: AJNN.Net/Tommy.

BANDA ACEH - Penyidik Kejaksaan Tinggi Aceh telah memeriksa empat saksi ahli dalam kasus dugaan korupsi Keramba Jaring Apung (KJA) di Sabang senilai Rp45,58 miliar.

Aspidsus Kejati Aceh, T Rahmadsyah menyebutkan ke empat saksi ahli yang diperiksa terdiri dari seorang ahli sertifikasi kapal dari Batam. Dua saksi ahli dari Biro Klasifikasi Indonesia dan seorang dari akademisi Unsyiah Banda Aceh. 

"Dari biro klasifikasi Indonesia kita mintai keterangan terkait kapal dalam kasus ini, sedangkan saksi ahli dari Unyiah menyangkut keramba jaring apung," kata T.Rahmadsyah, Rabu (23/10).

Ia menyebutkan empat saksi ahli dimintai keterangan itu guna melengkapi berkas perkara sebelum kasus ini dilimpahkan ke Pengadilan. 

"Berkas perkara ini terus kita lengkapi. Dalam kasus dugaan korupsi ini baru dari orang tersangka yakni Mantan Direktur PT Perikanan Nusantara yakni Dendi," ujarnya.

Baca: Kejati Aceh Tetapkan Bekas Dirut PT Perinus Tersangka Korupsi Keramba

Proyek pengadaan keramba jaring apung lepas pantai di Kementerian Kelautan dan Perikanan anggaran APBN 2017 sebesar Rp50 miliar. Proyek tersebut dimenangkan oleh PT Perikanan Nusantara (Perinus) dengan nilai kontrak Rp45,58 miliar.

Dalam pelaksanaannnya, penyidik menemukan adanya pekerjaan tidak sesuai spesifikasi. Pihak rekanan kita tidak menyelesaikan pekerjaan 100 persen, sedangkan pencairan sudah dibayarkan pada 29 Desember 2017.

Selain itu telah terjadi kelebihan pembayaran. Pembayaran yang seharusnya 75 persen pekerjaan dibayar 89 persen dengan total yang dibayarkan Rp40,8 miliar dari nilai kontrak Rp45,58 miliar. 

Dalam kasus ini penyidik juga telah menyita delapan keramba apung beserta jaringnya, satu unit tongkang pakan ikan, satu unit kapal, satu paket sistem distribusi pakan, dan pipa pakan.

Selain itu, penyidik juga menyita uang tunai Rp36,2 miliar yang diserahkan langsung dalam bentuk tunai oleh PT Perikanan Nusantara kepada Kejati Aceh.

Komentar

Loading...