Unduh Aplikasi

KASUS KORUPSI RSUD PIDIE JAYA

Kejari Terus Lakukan Pengembangan

Kejari Terus Lakukan Pengembangan
Kajari Pidie Jaya, Basuki Sukarjdono. Foto: AJNN.Net/Muksalmina

PIDIE JAYA - Kejaksaan Negeri (Kejari) Pidie Jaya terus melakukan pengembangan terkait kasus korupsi pengadan peralatan rawat inap berupa Furniture Nurse Station pada Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pidie Jaya.

Kajari Pidie Jaya, Basuki Sukarjdono usai acara Optimalisasi Penyerapan Anggaran Pembangunan Daerah Dalam Perspektif Penegak Hukum dengan seluruh Satuan Perangkat Kerja Kabupaten (SKPK) Pidie Jaya di Aula Cot Trieng I Kantor Bupati Pidie Jaya, kepada AJNN, Rabu (30/1) mengatakan, pihaknya akan melihat fakta persidangan untuk perkembangan kasus korupsi yang merugikan negara mencapai Rp 250 juta tersebut.

Hingga saat ini, katanya, keempat terdakwa, yakni Hasan Basri Bin A Jalil, Jailani Bin M Gade, Fauzi dan Ra’jab telah lima kali sidang di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Banda Aceh.

“Mungkin semua sudah tahu saat ini kasus korupsi itu dalam proses persidangan. Untuk pengembangannya kami akan melihat fakta-fakta dari persidangan, untuk saat ini sudah lima kali persidangan keempat terdakwa tersebut,” jelas Basuki.

Basuki menyebutkan, untuk persidangan yang keenam diagendakan besok, Kamis (31/1) dengan agenda sidang pemeriksaan saksi ahli.

“Tidak menutup kemungkinan para terdakwa juga akan mengajukan saksi A de Charge atau saksi ahli,” imbuhnya.

Baca: Kasus Korupsi Peralatan RSUD Pijay Dilimpah ke Pengadilan Tipikor Banda Aceh

Sebelumnya diberitakan, Kejaksaan Negeri (Kejari) Pidie Jaya, Rabu, 24 Oktober 2018 menetapkan serta menahan dua tersangka kasus korupsi pengadaan peralatan rawat inap pada Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) setempat. Kedua tersangka tersebut yaitu Hasan Basri Bin A Jalil dan Jailani Bin M Gade.

Sepekan berselang atau tepatnya 31 Oktober 2018, Kejaksaan Negeri (Kejari) Pidie Jaya kembali menetapkan dan menahan dua tersangka baru dalam kasus korupsi tersebut. Kedua tersangka tersebut yakni, Pejabat Pengadaan dan Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) Fauzi, dan Rajab selaku 'calo' atau orang yang meminjamkan perusahaan CV Aceh Daroy Indah.

Kerugian negara akibat korupsi pada pekerjaan pengadaan furniture nurse station yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun anggaran 2016 itu mencapai Rp 250 juta dari nilai kontrak Rp 573 juta.

Komentar

Loading...