Unduh Aplikasi

Kejari Pidie Usut Dugaan Korupsi Dana Desa Jumphoih Adan

Kejari Pidie Usut Dugaan Korupsi Dana Desa Jumphoih Adan
Kacabjari Pidie di Kota Bakti, Muhammad Kadafi. Foto: IST.

PIDIE - Cabang Kejaksaan Negeri (Kejari) Pidie di Kota Bakti melakukan penyidikan terhadap kasus dugaan tindak pidana korupsi penggunaan dana desa di Gampong Jumphoih Adan, Kecamatan Mutiara Timur tahun anggaran 2017 dan 2018, setelah dilimpahkan Inspektorat Pidie pada Desember 2020 berdasarkan hasil temuan dalam Laporan  Hasil Pemeriksaan Khusus (LHPK). 

Kacab Jari Pidie di Kota Bakti, Muhammad Kadafi kepada AJNN, Kamis (7/1) mengatakan, berdasarkan hasil penyelidikan dengan mengumpulkan barang bukti dan keterangan yang diperoleh dari saksi-saksi di lapangan ditemukan adanya indikasi melawan hukum, yang dapat menimbulkan kerugian negara yang diduga sebagai penyalahgunaan dalam pengelolaan dana desa APBG Gampong Jomphoih Adan tahun anggaran 2017 dan 2018.

Total kerugian berdasarkan LHKP dari Inspektorat Pidie setelah dilakukan pengembalian oleh Geusyik Gampong Jumphoih, Syamaun berjumlah Rp 332.308.485 

"Hasil penyelidikan ditemukan adanya dugaan tindak pidana korupsi penyalahgunaan APBG berdasarkan LHKP Inspektorat setempat maka kita ditingkat ke tahap penyidikan," ujarnya. 

Dalam waktu dekat ini, akan melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi terkait penggunaan dana desa di gampong tersebut, selain itu juga mengumpulkan alat bukti dalam rangka pemberkasan untuk menentukan siapa yang dapat di pertanggungjawaban secara pidana dan pemenuhan unsur kerugian negara. 

"Untuk saat ini belum ada yang ditetapkan tersangka karena masih mengumpulkan barang bukti dan keterangan dari saksi-saksi," kata Kadafi. 

Kadafi juga berpesan terhadap para aparatur Pemerintahan Pampong agar penggunaan dana desa sesuai peruntukan dan dipertanggungjawabkan sesuai ketentuan agar tidak terjadi penyimpangan yg akan berakibat kepada terjadinya tindak pidana.

Komentar

Loading...