Unduh Aplikasi

KASUS KORUPSI PENANAMAN POHON PADA DINAS KLHP PIJAY

Kejari Pidie Jaya Masih Telusuri Aset Jailani

Kejari Pidie Jaya Masih Telusuri Aset Jailani
Ilustrasi. Foto: Net

PIDIE JAYA - Kejaksaan Negeri (Kejari) Pidie Jaya hingga saat ini masih menelusuri aset milik Jailani terpidana kasus korupsi penanaman pohon pada Dinas Kebersihan Lingkungan Hidup dan Pertamanan (KLHP) Pidie Jaya tahun anggaran 2014.

Seperti diketahui, kasus korupsi penanaman pohon pada KLHP Pidie Jaya tahun anggaran 2014 tersebut dengan nilai kontrak Rp 599 juta itu mengalami kerugian negara sebesar Rp 254 juta lebih.

Tiga orang yang terlibat kasus korupsi tersebut sudah mempunyai kekuatan hukum tetap (inkcract). Ketiga orang itu adalah Sofyan (mantan Kadis KLHP Pidie Jaya), Direktris CV Citra Arif, Husna, dan pelanksana lapangan CV Citra Arif, Jailani.

Khusus kepada Jailani, ia diwajibkan membayar kerugian negara sebesar Rp 227.298.300. Namun, hingga saat ini Jailani belum menutupi kerugian negara, sehingga Kejari Pidie Jaya harus menelusuri keberadaan aset milik Jailani untuk dilakukan pelelangan.

Baca: Terbukti Korupsi, Mantan Kadis KLHP Pijay Divonis 5,6 Tahun Penjara

"Hingga saat ini kami masih menelusuri aset milik Jailani untuk dilelang, guna menutupi kerugian negara," kata Kajari Pidie Jaya, Mukhzan melalui Kasi Pidsus, Wahyu Ibrahim kepada AJNN, Senin (16/9).

Dijelaskannya, dari pengakuan terpidana (Jailani), ia tidak lagi mempunyai harta apapun selain rumah yang saat ini ditempati oleh keluarganya.

Masih dari pengakuan Jailani, lanjut Wahyu, ia juga telah dipecat dari Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya.

"Pengakuan Jailani, dia tidak mempunyai harta benda, dari PNS juga sudah dipecat,tapi itu pengakuannya. Sementara kewajiban kami tetap menelusuri asetnya. Terkait hal ini, kami juga telah menyurati pihak BPN dan Bank," jelas Wahyu.

Komentar

Loading...