Unduh Aplikasi

Kejari Lhoksukon Dalami Kasus Korupsi Dana Desa Ampeh

Kejari Lhoksukon Dalami Kasus Korupsi Dana Desa Ampeh
Warga saat menyerahkan sebuah kado terbungkus rapi dengan ikatan secarik pita yang berisi dokumen data dugaan temuan penyalahgunaan dana desa Ampeh kepada pihak Kejaksaan Lhoksukon. Foto: Ist

ACEH UTARA- Kejaksaan Negeri Lhoksukon menerbitkan surat penelitian data terkait dugaan korupsi dana desa Ampeh yang diduga dilakukan oknum keuchik setempat.

"Data laporan dugaan korupsi dana desa Ampeh masih dalam proses hukum," kata Plt Kejaksaan Negeri Lhoksukon Rukhsal Assegaf, Selasa (8/10).

Rukhsal menyebutkan, saat ini jaksa sudah terbitkan surat penelitian terkait data laporan dugaan korupsi dana desa yang diduga dilakukan oleh oknum keuchik gampong Ampeh.

Baca: Warga Ampeh Aceh Utara Laporkan Dugaan Korupsi Dana Desa ke Kejaksaan

"Bila dalam penelitian data nanti kurang lengkap atau ada yang salah masih bisa diperbaiki dan dilengkapi kekurangannya," ujar Rukhsal.

Menurutnya dari semua item kasus, baik nonsapras atau sapras. Nanti jaksa akan memilih beberapa diantara yang tampak kuat tindakan korupsinya yang diduga telah dilakukan oleh oknum keuchik Gampong Ampeh Muhammad Dahlan.

"Kita masih pelajari dan menelitinya dimana ada unsur kuat dugaan korupsi atas laporan masyarakat desa Ampeh," tuturnya.

Diberitakan sebelumnya puluhan warga Gampong Ampeh Kecamatan Tanah Luas, Aceh Utara mendatangi Kantor Kejaksaan Lhoksukon, Aceh Utara, pada Senin (23/9) untuk melaporkan kasus dugaan korupsi dana desa Gampong tersebut.

Warga Gampong Ampeh mengaku kedatangan mereka ke kantor Kejari Lhoksukon untuk menyampaikan keluhan terkait penggunaan dana desa yang disinyalir telah ditilep oknum Keuchik.

Menurutnya keterangan warga selama M. Dahlan menjabat sebagai Keuchik terhitung sejak 2015 hingga 2018 sama sekali tidak pernah mengadakan rapat laporan pertangguang jawaban dana desa.

iPustakaAceh

Komentar

Loading...