Unduh Aplikasi

Kejari Lhokseumawe Minta Klarifikasi Dinas PUPR Soal Proyek Penimbunan

Kejari Lhokseumawe Minta Klarifikasi Dinas PUPR Soal Proyek Penimbunan
Salah satu lokasi pekerjaan timbunan dibelakang makam kuburan Putroe Neng, di Dusun Arongan, Desa Blang Pulo, Kecamatan Muara Satu, Kota Lhokseumawe, dengan nilai kontrak Rp 144 juta. Foto: AJNN.Net/Safrizal

LHOKSEUMAWE- Kejaksaan Negeri Lhokseumawe menyurati Dinas PUPR Kota Lhokseumawe untuk meminta klarifikasi secara tertulis terkait kegiatan pekerjaan penimbunan serta paket PL lainnya yang diduga dikerjakan tidak sesuai perencanaan.

Hal tersebut dikatakan Kepala Kejaksaan Negeri Lhokseumawe, Muhammad Ali Akbar, S.H. M.H., melalui Kepala Seksi Intelijen Miftahuddin S.H.

"Kami sudah melayangkan surat kepada Dinas terkait PUPR Lhokseumawe, itu langkah pertama yang kita lakukan, setelah adanya informasi dari media," kata Miftahuddin, Rabu (27/11).

Miftahuddin menyebutkan, setelah disurati dalam beberapa hari ini Kepala Bidang (Kabid) dinas PUPR akan mengirim klarifikasi mereka untuk dikaji.

Pihaknya mengaku sengaja meminta klarifikasi dari dinas tersebut secara tertulis untuk melihat dokumen dan nilai kontrak kegiatan pekerjaan tersebut.

"Karena saat ini yang mencuat ke publik pagunya saja. Jadi kita masih menunggu laporan sebagai karifikasi oleh pihak dinas terkait," jelas Miftahuddin.

Sejumlah kegiatan pekerjaan PL penimbunan dibawah kendali Dinas PUPR Kota Lhokseumawe tahun anggaran 2019 menjadi sorotan publik lantaran diduga hasil pekerjaan tidak sesuai perencanaan dalam perjanjian kontrak.

IKLAN HPI
Gemas-Dinas pendidikan aceh

Komentar

Loading...