Unduh Aplikasi

Kejari Langsa Lidik Dugaan Korupsi Proyek Pengamanan Pantai Bernilai Rp 4 Miliar

Kejari Langsa Lidik Dugaan Korupsi Proyek Pengamanan Pantai Bernilai Rp 4 Miliar
Proyek pengamanan pantai Teulaga Tujuh Pusong, Langsa, yang diduga dikerjakan tidak sesuai dengan volume. Foto : For AJNN.

LANGSA - Kejaksaan Negeri Langsa melakukan penyidikan terhadap proyek pengamanan pantai Teulaga Tujuh Pusong, Kecamatan Langsa Barat, Kota Langsa.

Proyek APBA tahun 2019 bernilai Rp 4 miliar lebih itu diduga dikerjakan tidak sesuai dengan volume yang ditentukan. Diduga terjadi kekurangan volume sekitar 30 persen.

Langkah selanjutnya, pihak Kejari Langsa dalam waktu dekat akan memanggil dan melakukan pemeriksaan terhadap rekanan, konsultan dan pihak terkait lainnya dalam proyek tersebut.

Akibat kekurangan volume, diperkirakan telah terjadi kerugian negara sebesar Rp 1 miliar dari proyek dibawah Dinas Pengairan Aceh tersebut.

Kasi Pidsus Kejari Langsa, M. Fahmi yang dikonfirmasi AJNN, Selasa (2/2/2021) membenarkan proyek tersebut sudah masuk tahap penyidikan pihaknya.

"Benar, proyek tersebut masuk dalam penyidikan karena pekerjaannya kekurangan volume sekitar 30 persen. Proyek tersebut dikerjakan oleh CV. Bintang Beutari," kata M. Fahmi.

Informasi diperoleh AJNN, proyek tersebut mulai dikerjakan pada Agustus dan berakhir kontrak 25 Desember 2019 (selama 140 hari kerja).

Namun hingga berakhir kontrak 25 Desember 2019, proyek tersebut tidak tuntas dikerjakan. Ironinya pihak KPA dan rekanan diduga telah membuat berita acara hasil kerjaaan se akan-akan telah selesai dikerjakan pada Desember 2019 untuk keperluan penarikan uang.

Komentar

Loading...