Unduh Aplikasi

Kejari Langsa Jemput Terpidana Korupsi Pengadaan Genset RSUD di Medan

Kejari Langsa Jemput Terpidana Korupsi Pengadaan Genset RSUD di Medan
Kasi Pidsus Kejari Langsa (kanan), terpidana korupsi (tengah) dan Kajari Medan (kiri) saat berada di Kantor Kejaksaan Negeri Medan. Foto: For AJNN.

LANGSA - Tim Pidsus Kejaksaan Negeri Langsa melakukan penjemputan terpidana korupsi atas nama Dony Sukma dalam perkara pengadaan mesin genset 500 KVA + Instalasi pada RSUD Kota Langsa Tahun anggaran 2016 dengan kerugian negara sebesar Rp. 269.675.190.

Terpidana Dony Sukma saat ini sudah ditahan di Lapas Klas II B Langsa setelah dieksekusi oleh tim jaksa eksekutor yang dipimpin oleh Kasi Pidsus Kejari Langsa, M. Fahmi, Rabu malam 17 Februari 2021.

Kasi Pidsus Kejari Langsa, M. Fahmi yang dikonfirmasi AJNN, Kamis (18/2/2021) mengatakan, Dony Sukma divonis bersalah berdasarkan Putusan Mahkamah Agung RI Nomor: 2513K/Pid.Sus/2020 jo Nomor: 73/Pid.Sus-YPK/2019/ PN BNA tanggal 28 Januari 2021 dengan pidana penjara selama 4 tahun subsidair 6 bulan kurungan.

"Dony Sukma adalah rekanan atau kontraktor proyek pengadaan mesin genset di RSUD Langsa," kata M. Fahmi.

M. Fahmi menjelaskan, terpidana Dony Sukma dijemput Tim Pidsus Kejari Langsa pada Rabu siang 17 Februari 2021 di rumahnya di Medan. 

"Saat mau kami bawa, sempat terjadi perlawanan dari pihak keluarga terpidana. Namun setelah kami lakukan sedikit pemaksaan sambil menjelaskan bahwa penangkapan terhadap terpidana adalah perintah Undang-undang baru keluarga terpidana nurut," kata M. Fahmi.

Baca: Kronologi Terungkapnya Kasus Korupsi yang Menjerat Wadir RSUD Langsa

M. Fahmi menambahkan, sebelum dibawa ke Langsa, terpidana sempat ditransit ke Kejaksaan Negeri Medan untuk didata dan sebagai laporan, karena terpidana diamankan di wilayah hukum Kejaksaan Negeri Medan.

"Tiba di Langsa terpidana langsung kami lakukan pemeriksaan bebas dari Covid-19 dengan cara rapid test, selanjutnya terpidana langsung kami bawa ke Lapas Klas II B Langsa untuk ditahan," sebut M. Fahmi.

Dengan ditahannya Dony Sukma ini, sambung M. Fahmi, maka semua terpidana berjumlah empat orang yang terlibat dalam kasus korupsi pengadaan genset di RSUD Langsa telah di Lapas. 

"Dony Sukma ini yang terakhir setelah sebelumnya ditahan Azhar Pandapotan (mantan Wadir RSUD Langsa dan juga PPK pengadaan genset), Dedi Iskandar (anggota pokja) dan Sutrisno yang juga rekanan. Semuanya di tahan di Lapas Klas II B Langsa," ungkap M. Fahmi.

Seperti diketahui, tahun 2016 Pemerintah Kota Langsa mendapat anggaran dari Dana Insentif Daerah (DID). Waktu itu pihak RSUD Langsa merencanakan untuk pengadaan mesin genset 500 KVA + Intalasinya dengan nilai HVS sebesar Rp 1,8 Miliar.

Dari proyek bernilai Rp 1,8 Miliar tersebut, belakangan ditemui telah terjadi kerugian negara sebesar Rp. 269.675.190.

Komentar

Loading...