Unduh Aplikasi

Kejari Endus Dugaan Korupsi di Bappeda Nagan Raya

Kejari Endus Dugaan Korupsi di Bappeda Nagan Raya
Mukhsin, Kasi Pidsus Kejari Nagan Raya

NAGAN RAYA - Kejaksaan Negeri (Kejari) Nagan Raya mengendus adanya dugaan korupsi di lingkungan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) setempat.

Adapun kasus dugaan korupsi tersebut berkaitan dengan pengadaan Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) di Bappeda tahun anggaran 2017 yang dianggarkan melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Kabupaten (APBK) setempat.

Proyek dengan pagu anggaran Rp 1,5 miliar yang dimenangkan PT Putra Dwi Guna Utama dengan nilai kontrak 1,493 miliar sesuai dengan yang dipublikasikan Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) dengan kode tender 1907548.

Kepala Kejari Nagan Raya Sri Kuncoro melalui Kepala Seksi Tindak Pidana Khusus, Mukhsin, mengatakan kasus tersebut saat ini telah masuk tahap penyidikan, setelah sebelumnya dilakukan penyelidikan sejak 13 Mei 2019 berdasarkan informasi masyarakat.

"Dari laporan tersebut kita lakukan cek lapangan kita temukan spek yang tidak sesuai. Begitu juga dengan pelelangannya yang melanggar peraturan perundang-undangan pengadaan barang dan jasa," kata Mukhsin kepada wartawan.

Menurut Muchsin, dari penyelidikan itu akhirnya pihaknya meningkatkan status menjadi penyidikan sejak 14 Agustus 2019. Dan saat ini Kejari Nagan Raya terus mengumpulkan alat bukti dan keterangan saksi.

Dikatakannya, dalam kasus tersebut hingga saat ini telah melakukan pemeriksaan saksi seperti saksi ahli dari Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah (LKPP).

Beberapa hal yang menjadi temuan, kata dia, seperti pelelangan antara fisik dengan non fisik dilakukan sepaket, selain itu juga ada beberapa item yang tidak terpenuhi.

"Untuk kerugian negara akan segera kita minta audit pada lembaga auditor. Untuk yang terlibat juga belum bisa kita publis sekarang, karena kita masih terus lakukan penyidikan saat ini," ujarnya.

Komentar

Loading...