Unduh Aplikasi

Kejari Eksekusi Mantan Kadis Bina Marga Bener Meriah Terkait Korupsi Rumah Ibadah

Kejari Eksekusi Mantan Kadis Bina Marga Bener Meriah Terkait Korupsi Rumah Ibadah
Terpidana kasus korupsi pembangunan dan rehabilitasi sarana dan prasarana rumah ibadah untuk 175 mesjid dan meunasah saat akan dibawa ke Rutan kelas IIB Bener Meriah. Foto: Ist

BENER MERIAH - Kejaksaan Negeri Bener Meriah melakukan eksekusi terhadap terpidana Azwiriansyah, mantan Kepala Dinas Bina Marga dan Cipta Karya Kabupaten Bener Meriah.

Azwiriansyah dijebloskan ke Rutan Kelas IIB Bener Meriah untuk menjalani hukuman satu tahun penjara terkait tindak pidana korupsi penyimpangan pada APBK tahun 2013 melalui DAU (Dana Alokasi Umum) pada tahun 2013 sebesar Rp 10 miliar rupiah.

Dana tersebut untuk kegiatan pembangunan dan rehabilitasi sarana dan prasarana rumah ibadah untuk 175 masjid dan meunasah di Bener Meriah pada tahun 2013 lalu.

Berdasarkan Laporan Hasil Pemeriksaan Perhitungan Kerugian Keuangan Negara (LHPPKKN) Nomor: SR-1447/PW01/5/2015 tanggal 30 Juni 2015, jumlah kerugian keuangan negara akibat perbuatan terpidana sebesar Rp 754 juta lebih.

Eksekusi ini sendiri menurut Kepala Kejaksaan Negeri Bener Meriah, Agus Suroto melalui Kepala Seksi Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Negeri Bener Meriah, Atmariadi berdasarkan surat perintah kepala Kejaksaan Negeri Bener Meriah Nomor : Print – 098/L.1.30/Fe.3/03/2020 tanggal 11 Maret 2020 sesuai dengan putusan Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada Pengadilan Negeri Banda Aceh Nomor : 8/Pid.Sus-TPK/2017/PN.Bna tanggal 06 Juli 2017 Jo. Putusan Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada Pengadilan Tinggi Banda Aceh Nomor : 14/PID/TIPIKOR/2017/PT.BNA tanggal 20 September 2017 Jo. Putusan Mahkamah Agung Nomor : 459 K/Pid.Sus/2018 tanggal 24 September 2018,

Atmariadi mengatakan, selain Azwiriansyah, pihak Kejari juga mengeksekusi Sulaiman mantan Bendahara Pengeluaran dan penerimaan, dan Mursada mantan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) pada proyek yang sama.

Sedangkan satu orang lagi terpidana atas nama Ami Aristoni, Sekretaris Dinas Bina Marga dan Cipta Karya Kab. Bener Meriah belum bisa dieksekusi karena sampai saat ini masih buron dan dalam Daftar Pencarian Orang (DPO)

Tiga orang ini, juga akan menjalani hukuman selama satu tahun dan pidana denda sejumlah Rp 50 juta apabila pidana denda tidak dibayar maka diganti dengan pidana kurungan selama satu bulan.

Komentar

Loading...