Unduh Aplikasi

Kejari Agara Usut Dugaan Korupsi Dana Beasiswa di Yayasan UGL

Kejari Agara Usut Dugaan Korupsi Dana Beasiswa di Yayasan UGL
Kantor Kejari Agara. Foto: AJNN/Japaruddin.

ACEH TENGGARA - Kejaksaan Negeri Aceh Tenggara mulai melakukan penyelidikan terhadap Yayasan Universitas Gunung Leuser (UGL) terkait adanya dugaan penggelapan dan penyalahgunaan dana beasiswa yang bersumber dari dana desa sebesar Rp 1,3 miliar tahun anggaran 2018.

Kasi Pidsus Edwardo SH ketika dikonfirmasi AJNN membenarkan pihaknya sedang melakukan penyelidikan beasiswa yang bersumber dari desa.

Ia menjelaskan dalam pengelolaan beasiswa dana desa itu, dimana setiap desa menyetorkan Rp 4,5 juta ke yayasan. Jumlah desa yang sudah menyetorkan dana itu sebanyak 316 desa dengan total anggaran yang terkumpul Rp 1.3 miliar.

“Ada indikasi dugaan penggelapan dan penyalahgunaan oleh pihak yayasan,” kata Edwardo.

Selain dana beasiswa, pihaknya juga telah melakukan penyidikan terhadap dana hibah dari Pemkab Aceh Tenggara  kepada Yayasan UGL, tahun 2019 sebesar Rp 1.5 miliar. Kemudian, pada tahun 2020, Pemkab Agara juga kembali mengucurkan dana hibah sebesar Rp 2,5 miliar.

“Jika dikalkulasikan dana yang sudah mengalir ke Yayasan UGL selama tiga tahun berturut-turut telah mencapai Rp 4.4 miliar,” ungkapnya.

Edwardo mengaku pihaknya sudah melakukan memanggil dua orang pengurus yayasan, yaitu sekretaris dan bendahara untuk dimintai keterangan dan mengumpulkan barang bukti.

“Kami juga akan memanggil Ketua Yayasan UGL, Natsir Desky. Ketua Pelaksana Harian, Pajriansyah, Bendahara, Ramli Desky,” jelasnya.

"Sebelumnya kami juga sudah mengumpulkan beberapa berkas sebagai alat bukti dugaan penyelewengan dana tersebut,” tambah Edwardo..

|JAPARUDIN

Komentar

Loading...