Kejari Agara Tahan Dua Tersangka Kasus Dugaan Korupsi Pengadaan Bibit Jagung Hibrida

Kejari Agara Tahan Dua Tersangka Kasus Dugaan Korupsi Pengadaan Bibit Jagung Hibrida
Dua tersangka saat dijebloskan ke Lapas Kelas II B Kutacane. Foto: Dokumen Kejari Aceh Tenggara.

ACEH TENGGARA - Kejaksaan Negeri (Kejari) Aceh Tenggara resmi menahan dua orang tersangka dari empat orang yang telah ditetapkan sebagai tersangka pada kasus dugaan korupsi pengadaan benih jagung hibrida di dinas pertanian setempat tahun 2020.

Diketahui, empat orang ditetapkan sebagai dalam kasus tersebut yakni mantan Kepala Dinas Pertanian Agara, AB, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), SP, kemudian KN yang pada saat itu menjabat sebagai Kabid Perkebunan Dinas Lertanian Agara, serta KP selaku kontraktor pelaksana.

Kepala Kejaksaan Negeri Aceh Tenggara, Syaifullah didampingi Kasi Pidsus Dedet Darmadi dan Kasi Intel Saiful Bahri Lembong mengatakan, dua dari empat orang  tersangka itu resmi ditahan usai menjalani pemeriksaan selama beberapa jam. 

"Sore ini yang ditahan dua orang tersangka, yakni PPK, SP serta KP selaku kontraktor pelaksana, " kata Saifullah, Kamis (18/11) sore. 

Sedangkan tersangka AB, juga telah diperiksa beberapa hari lalu di Banda Aceh. Seperti diketahui AB saat ini telah resmi ditahan oleh penyidik Polda Aceh dalam kasus yang berbeda. 

Sementara itu, tersangka KN belum  datang untuk memenuhi panggilan, padahal pihaknya sudah tiga kali melayangkan surat panggilan.

Kedua tersangka itu akan disangkakan pasal 2 ayat (1) jo pasal 3 jo pasal 18 ayat (1) huruf b UU nomor 31 Tahun 1999 tentang pemberantasan Tipikor sebagaiman diubah dan ditambah dengan UU nomor 20 Tahun 2001 tentang perubahan atas UU nomor 20 tahun 2001 tentang tindak pidana korupsi jo UU nomor 55 ayat 1 ke satu KUHPidana.

Menurut Syaifullah, dari laporan hasil audit perhitungan kerugian keuangan negara (PKKN) oleh Badan Pengawasa Keuangan dan Pembangunan (BPKP) RI perwakilan Aceh pada 5 November 2021 lalu, kerugian diperkirakan Rp 921 juta lebih. 

Proyek pengadaan bibit jagung hibrida jenis NK 017 dengan pagu Rp 2,8 miliar dari dana DOKA tahun 2020, yang dimenangkan oleh rekanan PT Fatara Julindo Putra.

Sementara itu, Kasi Pidsus kejaksaan Agara, Dedet Darmadi menambahkan, kedua tersangka tersebut akan ditahan penyidik kejaksaan selama 20 hari kedepan sejak 18 November hingga 7 Desember 2021.

"Mereka saat ini dititip di Lapas Kelas II B Kutacane sebagai tahanan jaksa penyidik," ujar Dedet Darmadi. 

Editor:

Komentar Pembaca

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
Loading...

Berita Terkini