Unduh Aplikasi

Kejari Abdya Kembali Periksa Plt Kadis Perindagkop Terkait Proyek PIKA Rp 1,3 Miliar

Kejari Abdya Kembali Periksa Plt Kadis Perindagkop Terkait Proyek PIKA Rp 1,3 Miliar
Kantor Kejari Abdya. Foto: KBA.One.

ACEH BARAT DAYA -Proyek pengadaan aplikasi sistem informasi terpadu PIKA di Aceh Barat Daya terus bergulir di Kejaksaan Negeri (Kejari) setempat.

Proyek yang menghabiskan anggaran Rp1,3 miliar itu berada di bawah Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah Perindustrian dan Perdagangan (Disperindagkop).

Saat dihubungi AJNN, Kasi Pidsus Kejari Abdya, Riki Guswandri mengungkapkan, pihaknya terus melakukan pemeriksaan terhadap kasus proyek aplikasi PIKA yang menelan anggaran mencapai Rp 1,3 miliar.

Baca: Kejari Abdya: Kasus Aplikasi PIKA Diduga Ada Kerugian Negara Rp 500 Juta

“Kita lagi melakukan pemeriksaan,” kata Riki Guswandri, kepada AJNN, Senin (7/6).

Bahkan, sebut Riki Guswandri, Kejaksaan Negeri Kabupaten berjulukan Breuh Sigupai saat ini kebali memanggil Pelaksana Tugas (Plt) Kepala DinasPerindagkop terkait proyek PIKA.

“Ini Plt Kadis Perindagkop, Firman lagi kita periksa,” tutup Riki Guswandri.

Diberitakan sebelumnya, Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) telah melakukan ekpose ke tingkat penyidikan terhadap kasus aplikasi PIKA yang menelan anggaran capai Rp 1,3 miliar.

Kepala Kejari Abdya, Nilawati mengatakan, setelah ditingkatkan dari penyelidikan ke penyidikan Kejari Abdya belum menetapkan siapa tersangka dalam kasus aplikasi PIKA tersebut.

“Ia sudah ditingkatkan ke penyidikan, tapi untuk penetapan tersangka belum,” kata Nilawati, saat dihubungi AJNN, Sabtu (8/5).

Menurut Nilawati, dari hasil pemeriksaan sementara, Kejaksaan Negeri Aceh Barat Daya telah menemukan temuan kerugian negara sebesar Rp 500 juta. Tapi, angka tersebut belum pasti dikarenakan pihaknya belum menyerahkan ke APIP untuk dilakukan perhitungan.

“Dari pemeriksaan awal diperkirakan sekitar Rp 500 juta temuan, tapi belum bisa kita pastikan karna nanti ada ahli yang bisa memastikan, itu baru kita mintak pertanggung jawaban mereka, pengeluarannya kemana saja,” sebutnya.

Nilawati menyebutkan, sejauh ini belum bisa dipastikan siapa saja yang terlibat dalam kasus aplikasi PIKA, pihaknya akan terus melakukan pendalaman di penyidikan untuk memastikan siapa yang terlibat dalam proyek yang menghabiskan anggaran Rp 1,3 miliar.

“Kita sudah memanggil beberapa orang saksi, tapi belum kita pastikan pihak mana saja yang terlibat, kalau sudah ada pendalam di penyidikan nanti sudah bisa kita pastikan siap saja yang terlibat,” tutupnya.

Komentar

Loading...