Unduh Aplikasi

Kejari Abdya: Kasus Aplikasi PIKA Diduga Ada Kerugian Negara Rp 500 Juta

Kejari Abdya: Kasus Aplikasi PIKA Diduga Ada Kerugian Negara Rp 500 Juta
Kepala Kejari Abdya, Nilawati, bersama anggota Komisi 3 DPR RI, Nazaruddin Dek Gam saat berkunjung ke Kejari Abdya. Foto: For AJNN

ACEH BARAT DAYA - Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) telah melakukan ekpose ke tingkat penyidikan terhadap kasus aplikasi PIKA yang menelan anggaran capai Rp 1,3 miliar.

Kepala Kejari Abdya, Nilawati mengatakan, setelah ditingkatkan dari penyelidikan ke penyidikan, pihaknya belum menetapkan siapa tersangka dalam kasus aplikasi PIKA tersebut.

“Iya sudah ditingkatkan ke penyidikan, tapi untuk penetapan tersangka belum,” kata Nilawati, saat dihubungi AJNN, Sabtu (8/5).

Menurut Nilawati, dari hasil pemeriksaan sementara, pihaknya telah menemukan temuan kerugian negara sebesar Rp 500 juta. Tapi, angka tersebut belum pasti dikarenakan pihaknya belum menyerahkan ke APIP untuk dilakukan perhitungan.

Baca: Kejari Tingkatkan Kasus PIKA Abdya ke Penyidikan

“Dari pemeriksaan awal diperkirakan sekitar Rp 500 juta temuan, tapi belum bisa kita pastikan karna nanti ada ahli yang bisa memastikan, itu baru kita mintak pertanggung jawaban mereka, pengeluarannya kemana saja,” sebutnya.

Ia menyebutkan, sejauh ini belum bisa dipastikan siapa saja yang terlibat dalam kasus aplikasi PIKA, pihaknya akan terus melakukan pendalaman di penyidikan untuk memastikan siapa yang terlibat dalam proyek yang menghabiskan anggaran Rp 1,3 miliar.

“Kita sudah memanggil beberapa orang saksi, tapi belum kita pastikan pihak mana saja yang terlibat, kalau sudah ada pendalam di penyidikan nanti sudah bisa kita pastikan siap saja yang terlibat,” tutupnya.

Komentar

Loading...