Unduh Aplikasi

Kedelai Langka, Pabrik Tahu di Aceh Barat Berhenti Produksi

Kedelai Langka, Pabrik Tahu di Aceh Barat Berhenti Produksi
Pabrik tahu milik Sukisno

ACEH BARAT - Hampir sepekan pabrik produksi tahu milik Sukisno, di Desa Lapang, Kecamatan Johan Pahlawan, Kabupaten Aceh Barat tidak beroperasi akibat kacang kedelai.

Saat disambangi AJNN pada Kamis (15/4), pabrik tahu milik Sukisno yang lebih dikenal dengan nama tahu Sumedang ini pintunya tertutup rapat. Peralatan-peralatan tahu tampak tertata rapi.

Kelangkaan kacang kedelai lah yang menyebabkan Sukisno terpaksa berhenti memproduksi tahu, di pabrik miliknya.

“Sudah hampir seminggu inilah kita berhenti produksi karena tidak ada bahan baku berupa kacang kedelai. Akibat kelangkaan ini harga kacang kedelai juga ikutan naik,” kata Sukisno.

Menurut Sukisno, saat ini harga kedelai terus melambung dari sebelumnya, untuk satu karung sak 50 kilogram yang dulunya dijual Rp 375 ribu kini naik menjadi Rp 560 ribu. Bahkan, Sukisno memprediksi harga kedelai akan terus naik.

Dampak dari naiknya harga kedelai, kata dia, ia selama ini terpaksa menaikkan sedikit  harga jual tahu agar tidak merugi. Namun untuk ukuran, kata dia, tetap masih ukuran seperti produksi biasanya.

Biasanya, kata dia, untuk kacang kedelai langsung dipesan dari Medan, Sumatera Utara. Akan tetapi saat ini di sana juga terjadi kelangkaan.

“Biasanya kita pesan dari Medan kacang kedelainya, tapi saat ini belum ada. Kita berharap hari ini sudah ada bahan bakunya, sehingga besok kita bisa produksi,” ucapnya.

Sukisno mengaku tidak tahu pasti penyabab dari langkanya bahan kedelai, yang pasti kata dia selama ini kacang kedelai dari Medan biasanya sering dipesan juga oleh pengusaha tahu dari pulau Jawa, dan bisa saja, ucap Sukisno,  ini menjadi penyebab kelangkaan.

Sukisno berharap kepada Pemerintah untuk bisa mengambil langkah cepat guna mengatasi kelangkaan kedelai yang membuat harga menjadi melambung hingga lima puluh persen.

“Padahal di bulan-bulan ramadhan seperti ini biasanya kita mampu produksi dua kali lipat karena tingginya permintaan, tapi saat ini karena tidak ada kedelai kita terhambat. Kita berharap pemerintah segera mengambil langkah atasi kelangkaan kedelai,” ujarnya.

Sejumlah pelanggan Sukisno yang silih berganti datang ke pabrik tahunya terpaksa pulang dengan tangan kosong.

Pipit misalnya, pedagang sayur mayur di daerah Kecamatan Meureubo, mengungkapkan kecewaannya. Sebab jauh-jauh dari Meureubo ke pabrik tahu Sukisno namun tidak mendapatkannya.

Padahal, kata Pipit, hanya tahu produksi milik Sukisno yang saat ini masih bisa dijual dengan harga murah dibanding dengan tahu produksi di tempat lain.

“Saya biasa cari di sini, tapi tidak ada memang sudah beberapa hari ini kesulitan tahu sih di pasar. Kalau tahu di sini bisanya saya masih bisa jual dengan harga seribu per potong, tapi tempat produksi tahu lain tidak bisa,” kata Pipit.

Idul Fitri - Disdik
Idul Fitri - BPKA
Idul Fitri - ESDM Aceh
Idul Fitri - Disbudpar
Idul Fitri- Gubernur Aceh

Komentar

Loading...