Unduh Aplikasi

Kedatangan Wisman ke Aceh Melalui Bandara SIM Menurun 53,11 Persen

Kedatangan Wisman ke Aceh Melalui Bandara SIM Menurun 53,11 Persen
Wisatawan luar negeri saat berkunjung ke Museum Tsunami. Foto: AJNN.Net/Fauzul Husni

BANDA ACEH - Jumlah wisatawan mancanegara (wisman) yang masuk melalui pintu kedatangan di Provinsi Aceh pada Januari 2019, sebanyak 1.902 orang atau mengalami penurunan sebesar 53,11 persen dibandingkan dengan Desember 2018, juga mengalami penurunan sebesar 32,12 persen dibandingkan Januari 2018.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Aceh, Wahyudin mengatakan wisman terbanyak pada Januari 2019 berasal dari Malaysia yaitu sebanyak 968 orang, mengalami penurunan dari Desember 2019 sebesar 2,42 persen. Empat besar wisman lainnya pada Januari 2019 dari negara Amerika Serikat, Inggris, Tiongkok, dan Australia masing-masing sebanyak 202 orang, 161 orang, 73 orang, dan 68 orang.

"Bila dilihat jumlah wisman menurut wilayah, maka pada Januari 2019, wisman terbanyak berasal dari ASEAN yang berjumlah 1.025 orang, menurun sebesar 0,77 persen dibanding Desember 2018. Kemudian disusul oleh wilayah Eropa sebanyak 390 orang, mengalami penurunan sebesar 82,32 persen dibandingkan Desember 2018, selanjutnya dari wilayah Amerika sebanyak 246 orang," kata Wahyudin.

Wahyudin juga mengungkapkan jumlah penumpang pada Januari 2019, yang tercatat di bandar udara Sultan Iskandar Muda mencapai 78.804 orang, atau mengalami penurunan sebesar 7,83 persen, jika dibandingkan dengan Desember 2018.

"Secara total di Provinsi Aceh, jumlah penumpang pada Januari 2019 mencapai 88.889 orang, mengalami penurunan dibandingkan Desember 2018 sebesar 8,83 persen," ujarnya.

Selain itu, ia juga menjelaskan kalau penumpang internasional yang berangkat dari Provinsi Aceh melalui bandar udara Sultan Iskandar Muda pada Januari 2019, sebanyak 13.865 orang, mengalami peningkatan sebesar 14,19 persen dibandingkan Desember 2018.

"Penumpang internasional yang datang pada Januari 2019 sebanyak 13.482 orang, mengalami peningkatan sebesar 32,68 persen jika dibandingkan Desember 2018," katanya.

Kemudian, kata Wahyudin, jumlah penumpang angkutan laut terbanyak pada Januari 2019 terdapat pada pelabuhan Ulee Lheue yaitu tercatat sebanyak 60.090 penumpang, mengalami penurunan sebesar 30,68 persen terhadap Desember 2018.

"Secara total di Provinsi Aceh, jumlah penumpang pada Januari 2019 mencapai 136.223 orang, mengalami penurunan sebesar 29,40 persen dibandingkan Desember 2018," jelasnya,

Menurutnya bandar udara Sultan Iskandar Muda merupakan satu-satunya bandar udara Internasional di Provinsi Aceh dengan aktivitas tinggi, baik lalu lintas pesawat, penumpang, maupun barang.

"Jumlah penumpang yang tercatat di bandar udara ini mencapai 78.804 orang, atau mengalami penurunan sebesar 7,83 persen jika dibandingkan dengan Desember 2018, juga mengalami penurunan sebesar 21,98 persen dibandingkan Januari 2018. Kalau secara total di Provinsi Aceh, jumlah penumpang pada Januari 2019 mencapai 88.889 orang, mengalami penurunan dibandingkan Desember 2018 sebesar 8,83 persen, juga mengalami penurunan sebesar 23,40 persen bila dibandingkan dengan Januari 2018," ungkapnya.

Penumpang penerbangan domestik yang berangkat melalui bandar udara Sultan Iskandar Muda pada Januari 2019, mencapai 26.405 orang atau mengalami penurunan sebesar 16,45 persen terhadap Desember 2018, juga mengalami penurunan sebesar 35,87 persen dibandingkan Januari 2018. Selanjutnya jumlah penumpang domestik yang datang pada bulan Januari 2019 sebanyak 25.052 orang, terjadi penurunan sebesar 20,70 persen dibandingkan bulan Desember 2018, juga mengalami penurunan sebesar 34,89 persen dibanding bulan Januari 2018.

"Penumpang internasional yang berangkat dari Aceh melalui bandar udara Sultan Iskandar Muda pada Januari 2019 sebanyak 13.865 orang, mengalami peningkatan sebesar 14,19 persen dibandingkan Desember 2018, juga mengalami peningkatan sebesar 43,50 persen dibanding Januari 2018.

"Penumpang internasional yang datang pada Januari 2019 sebanyak 13.482 orang, mengalami peningkatan sebesar 32,68 persen jika dibandingkan Desember 2019, juga mengalami peningkatan terhadap Januari 2018 yaitu sebesar 39,41 persen," katanya.

Selanjutnya, kata Wahyudin, jumlah penumpang angkutan laut terbanyak pada Januari 2019 terdapat pada Pelabuhan Ulee Lheue yaitu sebanyak 60.090 penumpang, mengalami penurunan sebesar 30,68 persen terhadap Desember 2018, namun terjadi penurunan sebesar 9,45 persen jika dibandingkan dengan Januari 2018.

"Secara total di Provinsi Aceh, jumlah penumpang pada Januari 2019 mencapai 136.223 orang, mengalami penurunan sebesar 29,40 persen dibandingkan Desember 2018, juga mengalami penurunan sebesar 2,42 persen dibandingkan Januari 2018," katanya.

Pada Januari 2019, lanjut Wahyudin, kegiatan bongkar dan muat barang dalam negeri di Pelabuhan Ulee Lheue, Malahayati dan Lhoknga masing-masing mencapai 87.686 ton dan 97.179 ton. Kegiatan bongkar barang dalam negeri di pelabuhan Meulaboh sebesar 63.870 ton dan muat barang sebesar 70.520 ton.

"Untuk pelayaran luar negeri, kegiatan bongkar barang pada pelabuhan Ulee Lheue, Malahayati dan Lhoknga sebesar 2.873 ton dan tidak ada kegiatan muat barang. Tidak ada kegiatan bongkar barang pada pelabuhan Meulaboh, hanya ada kegiatan muat barang sebesar 467.255 ton," katanya.

Kyriad Muraya Hotel Aceh

Komentar

Loading...