Unduh Aplikasi

Kebun dan Jembatan Terancam Rusak, Warga Minta Pemkab Agara Bangun Tanggul Sungai

Kebun dan Jembatan Terancam Rusak, Warga Minta Pemkab Agara Bangun Tanggul Sungai
Kondisi jembatan dan kebun warga yang terancam rusak akibat terkikis aliran sungai. Foto: AJNN/JAPARUDDIN

ACEH TENGGARA - Jembatan gantung dan ratusan lahan pertanian warga di Desa Mendabe, Kecamatan Babussalam, Kabupaten Aceh Tenggara terancam ambruk dan rusak diterjang Sungai Kali Alas.

Jembatan gantung ambruk karena aliran sungai mulai terlihat mengarah dan mengikis pondasi jembatan yang sehari-hari dilintasi warga menuju perkebunan. Tak hanya itu, lahan warga yang terletak di lokasi Desa Mendabe, Kecamatan Babussalam, juga mulai terancam akibat derasnya arus sungai.

Salah satu petani di desa setempat, Rian mengatakan pada tahun 2018 pernah dibangun beronjong sebagai tanggul penahan sungai, namun tanggul tersebut telah lama rusak diterjang banjir luapan Sungai Alas.

“Puluhan hektare lahan kebun warga rusak dan tidak dapat fungsikan kembali,” ujarnya.

Bahkan, kata Rian, jembatan yang kerap dilintasi ratusan kepala keluarga untuk bekerja dan membawa hasil pertanian dan perkebunan mereka sehari-hari juga sudah mulai rusak.

Bahkan, ia memprediksi apabila kedepan masuk musim penghujan dan Sungai Kali Alas meluap, dipastikan lahan dan jembatan akan hancur atau rusak.

“Apalagi jarak pemukiran hanya 200 meter dari sungai, kalau meluap air sungai sudah jelas sampai ke pemukuman warga,” ungkapnya.

Untuk itu, warga desa setempat meminta kepada Pemerintah Kabupaten Agara dan provinsi hingga pusat, untuk serius dan secepatnya membangun kembali beronjong sebagai tanggul penahan sungai sepanjang daerah aliran sungai (DAS) di Desa Mendabe tersebut. 

“Supaya ratusan lahan warga sekitar bantaran aliran sungai tersebut aman dan dapat difungsikan warga kembali untuk bercocok tanam, serta jembatan gantung tetap aman dari terjangan banjir,” ujarnya.

|JAPARUDDIN

Komentar

Loading...