Unduh Aplikasi

Kebijakan Ketua PA Aceh Jaya Dipertanyakan

Kebijakan Ketua PA Aceh Jaya Dipertanyakan
Wakil Ketua Dewan Pimpinan Wilayah Partai Aceh (DPW PA) Aceh Jaya, Bustami
BANDA ACEH - Wakil Ketua Dewan Pimpinan Wilayah Partai Aceh (DPW PA) Aceh Jaya, Bustami mempertanyakan sikap ketua PA setempat, Safrian Toni. Pasalnya, Toni mengambil sikap sendiri untuk memilih calon wakil bupati pada pilkada 2017.

Sebelumnya, pengurus PA Aceh Jaya menggelar rapat, Jumat (21/8). Dalam rapat itu memutuskan Safrian Toni dan Pang Fit sebagai calon bupati dan wakil bupati untuk pilkada 2017.

Namun, kata Bustami, calon wabup sampai sekarang belum mendapatkan titik terang. Sementara calon bupati sudah final.

"Tapi isu berkembang kalau calon wabup diserahkan sama Safrian Toni," katanya kepada AJNN, Sabtu (12/12).

Bustami mempertanyakan sistem penunjukan langsung untuk calon wabub. Alasannya, dirinya tak pernah diundang dalam rapat internal partai. Padahal, Dia juga memiliki jabatan kuat di partai tersebut.

"Kenapa saya harus mempertanyakan lewat media, karna saya sudah tak diundang lagi kalau ada acara rapat partai," imbuhnya

Menurutnya, sikap mempertanyakan kebijakan Safrian Toni bukan untuk kepentingan jabatan dan pribadi. Tapi, untuk menyelamatkan partai. Bustami merasa sedih dan malu apabila calon dari Partai Aceh kalah pada pilkada 2017.

"Kepercayaan masyarakat harus saya jaga. Apapun kendala dan tantangan ini harus dilawan demi menyelamatkan PA dari kehancuran," ujarnya

Bustami mengaku kepercayaan masyarakat terhadap Partai Aceh masih sangat kuat khususnya di Aceh Jaya. Dirinya menuding jangan hanya kepentingan oknum untuk pilkada 2017, Partai Aceh kalah.

"Ini yang harus saya selamatkan, jangan sampai PA kalah," harapnya.

Sementara itu, Ketua DPW PA Aceh Jaya, Safrian Toni yang dihubungi untuk mengkonfirmasi masalah tak menjawab telepon. Bahkan Short Message Service (SMS) yang dikirimkan juga tak dibalas. 
Iklan Kriyad

Komentar

Loading...