Unduh Aplikasi

Keberatan dengan Isi Dakwaan, Bendahara UPTD BTNR Bakal Ajukan Eksepsi

Keberatan dengan Isi Dakwaan, Bendahara UPTD BTNR Bakal Ajukan Eksepsi
Terdakwa korupsi penjualan telur ayam jalani sidang perdana. Foto: AJNN/Tommy.

BANDA ACEH - Muhammad Nasir terdakwa dugaan korupsi hasil produksi UPTD Balai Ternak Non Ruminansia (BTNR) Saree, Aceh Besar keberatan dengan dakwaan penuntut umum Kejari Aceh Besar pada sidang perdana yang digelar di pengadilan negeri Banda Aceh, Rabu (10/6).

Untuk itu Muhammad Nasir bersama kuasa hukumnya, Junaidi dan Syahrul akan ajukan nota keberatan (eksepsi) pada sidang pekan depan, Selasa (16/6).

Jaksa penuntut umum dalam dakwaannya menyebutkan Muhammad Nasir selaku pembantu bendahara UPTD BTNR Dinas Peternakan Aceh tidak menjalankan tugas dan fungsinya dengan baik yaitu tidak menyetor sebagian PAD hasil penjualan telur ke Kas daerah sebagai mestinya.

Terdakwa juga bersama-sama dengan terdakwa Ramli Hasan membelanjakan sebagian uang yang menjadi PAD hasil penjualan telur ayam tanpa adanya bukti pembayaran. Uang tersebut dibeli pakan ternak ayam obat-obatan dan lainnya.

Baca: Dua Pejabat UPTD Disnak Aceh Didakwa Korupsi Hasil Penjualan Telur Ayam

"Terdakwa membelanjakan uang hasil penjualan telur UPTD BTNR sejak 2016 - 2018 tanpa didasari Dokumen Pelaksana Anggaran (DPA)," sebut penuntut umum dalam dakwaannya.

Junaidi selaku kuasa hukum Muhammad Nasir merasa keberatan atas dakwaan penuntut umum. Menurut dia, terdakwa merupakan bawahan yang menjalankan perintah atasan, sehingga tidak patut diminta pertanggungjawaban secara hukum.

Menurut kuasa hukum terdakwa, kebijakan pembelian pakan ternak menggunakan dana hasil penjualan tersebut dilakukan untuk mencegah kematian ayam akibat tidak ada dana untuk pengadaan pakan ternak saat itu.

"Eksepsi akan kita sampaikan pada persidangan berikutnya, kami harap majelis hakim dapat mempertimbangkan eksepsi nanti," pungkas Junaidi.

Komentar

Loading...