Unduh Aplikasi

Keberadaan Kapal Aceh Hebat dapat Meningkatkan Konektivitas Untuk Mendukung Aktivitas Perekonomian

Keberadaan Kapal Aceh Hebat dapat Meningkatkan Konektivitas Untuk Mendukung Aktivitas Perekonomian
Foto: Ist

Oleh: T Munandar

Dalam pengendalian inflasi, kelancaran pasokan barang menjadi hal yang krusial dan perlu perhatian khusus. Sebanyak apapun pasokan barang yang tersedia, namun bila tidak diiringi dengan sistem perlogistikan yang handal, lancar dan efisien, maka potensi inflasi akan menjadi ancaman bagi suatu daerah. Kondisi inilah yang menjadi dasar pertimbangan Pemerintah Pusat mengeluarkan kebijakan tol laut, untuk mengurangi disparitas harga, baik antarwilayah, antarpulau, antardaerah, serta memangkas biaya logistik yang mahal. Sebagai negara maritim, laut merupakan media yang strategis dan efektif dalam menciptakan konektivitas antardaerah dan pulau, utamanya dalam mendukung hubungan perdagangan dan ekonomi masyarakat.

Sebagai pihak yang berkecimpung di bidang ekonomi, saya pribadi menyambut baik dan mengapresiasi upaya Pemerintah Aceh dalam membangun dan meningkatkan konektivitas antardaerah di Provinsi Aceh, melalui pengadaan 3 Kapal Motor Penumpang (KMP) yang diberi nama KMP Aceh Hebat 1, 2 dan 3, dengan perkiraan keseluruhannya akan beroperasi bertahap mulai triwulan IV – 2020 hingga triwulan I-2021. Apabila melihat strategi Pemerintah dan Bank Indonesia dalam pengendalian inflasi yang dituangkan dalam program kerja Tim Pengendali Inflasi (TPI) baik di tingkat pusat maupun daerah, terdapat istilah 4K, yaitu Keterjangkauan Harga, Ketersediaan Pasokan, Kelancaran Distribusi, dan Komunikasi Efektif. Kebijakan Pemerintah Aceh melalui penyediaan 3 KMP tersebut, hemat kami sudah selaras dengan arahan dan strategi TPI Pusat dalam program pengendalian inflasi, yaitu mewujudkan kelancaran distribusi.

Kelancaran distribusi barang tidak hanya bermanfaat terhadap pengendalian inflasi, melainkan akan sangat membantu pelaku usaha khususnya UMKM dalam mengurangi biaya logistik serta ketidakpastian jadwal pengiriman barang hasil produksinya, atau kedatangan bahan baku yang dibutuhkan untuk proses produksi. Penyediaan layanan pengiriman kapal, baik yang baru maupun penambahan atas yang sudah ada (eksisting), akan menciptakan efisiensi transaksi ekonomi masyarakat. Wilmsmeier dan Notteboom (2009) memperkirakan penambahan/penggandaan konektivitas pengiriman kapal dapat  mengurangi tarif biaya pengiriman sebesar 15% . 

Selain bermanfaat di sektor perdagangan, penyediaan kapal ferry ro-ro oleh Pemerintah Aceh juga diharapkan dapat menunjang aktivitas di sektor pariwisata. Sebagaimana diketahui, dalam pengembangan destinasi wisata terdapat strategi 3A, yaitu  Atraksi, Aksesibilitas, dan Amenitas. Layanan penyebrangan yang diberikan ketiga kapal Aceh Hebat akan memberikan kemudahan wisatawan dalam mengakses lokasi wisata di Pulang Sabang, Pulau Banyak, serta daerah lainnya yang dilalui ketiga KMP tersebut. 

Nantinya apabila ketiga KMP tersebut sudah beroperasi, maka sebagai masyarakat kita harus mendukung program ini diantaranya dengan menjaga kondisi KMP tersebut. Saat menjadi penumpang, kiranya kita jangan merusak atau melakukan perbuatan-perbuatan yang dapat mengurangi kenyamanan di dalam kapal yang merupakan aset daerah dan dibeli dengan uang rakyat. Sudah sepatutnya bila kita menjaga kapal tersebut, agar dapat digunakan dengan masa waktu yang optimal dan tetap dalam kondisi yang nyaman, baik bagi diri kita sendiri, maupun para wisatawan yang berkunjung ke Aceh. 

Oleh: Ketua Tim Perumusan Kebijakan Ekonomi Keuangan Daerah, Bank Indonesia Provinsi Aceh

Komentar

Loading...