INTERMEZO

Kebenaran

Kebenaran
Ilustrasi: Quranic.

SERING kali kita memandang sesuatu kepada siapa. Bukan apa. Orang-orang kaya, pejabat atau orang-orang berkuasa lainnya, seringkali mendapatkan penghormatan karena kecenderungan kita melihat “siapa”.

Jika kita berpikir lebih jauh, maka seharusnya tidak memandang siapa, melainkan apa yang benar. Kita perlu memahami makna lebih dalam untuk menerima apa yang dia perbuat, bukan siapa yang berbuat.

Karena manusia diciptakan unik. Saya, Anda, dia, atau mereka, diciptakan berbeda-beda. Bisa jadi kegagalan penandatanganan invenstasi Murban Energy, perusahaan yang berasal dari Uni Emirat Arab, di Aceh Singkil menjadi kabar buruk bagi satu atau dua orang. Namun bagi orang lain, ini mungkin sebuah kabar gembira. 

Sama seperti secangkir kopi di Ulee Kareng. Ada yang menganggap ini adalah kopi terbaik sehingga setiap hari harus menyeruput di warung itu. Kalau tak sempat, dibungkus, untuk diminum di tempat lain, juga boleh. 

Namun ada juga yang tak peduli dengan kopi Ulee Kareng karena lebih suka kopi yang dimasak menggunakan arang di kawasan Lhueng Bata. Dan ini tak jadi masalah juga, karena selera orang tak sama. 

Hal yang kita anggap sebagai kebenaran, mungkin bagi orang lain tidak berarti sama. Baik bagi kita, belum tentu baik bagi orang lain. Sempurna bagi kita, belum tentu sempurna untuk orang lain. 

Baca Selanjutnya...
Halaman 12
Editor:

Komentar Pembaca

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
Loading...

Berita Terkini