Unduh Aplikasi

Kebakaran di Lueng Putu, Pemilik Akui Alami Kerugian Rp 1 Miliar Lebih

Kebakaran di Lueng Putu, Pemilik Akui Alami Kerugian Rp 1 Miliar Lebih
Petugas Damkar sedang berusaha memadamkan api saat kebakaran di toko UD Tani Subur, Pasar Subuh Lueng Putu. Foto:AJNN/ Muksalmina

PIDIE JAYA - Kebakaran toko UD Tani Subur di deretan pertokoan Pasar Subuh Lueng Putu, Kecamatan Bandar Baru, Rabu (4/11) sekitar pukul 19.00 Wib, menimbulkan kerugian lebih dari Rp 1 milyar. Hal itu diakui pemilik UD Tani Subur, Mahdi, yang telah memperkirakan kerugian akibat kebakaran tersebut.

“Magrib saya dan pekerja balik ke rumah di Teupin Raya (Kabupaten Pidie), pas sampai ke rumah ditelfon kalau toko kebakaran,” kata Mahdi saat dihubungi AJNN, Kamis (5/11).

Pria yang juga merupakan anggota DPRK Pidie dari Partai Amanat Nasional (PAN) tersebut menjelaskan, alat-alat pertanian yang ada di tokonya tahun lalu dihitung sekitar Rp 1.2 miliar, dan ada penambahan modal sebesar Rp 150 juta.

Mahdi memperkirakan, alat produksi pertanian di tempat usahanya itu ludes dilalap sijago merah mencapai 90 persen.

“Tahun lalu saya hitung barang yang ada di toko sekitar Rp 1.2 miliar, dan tambahan modal Rp 150 juta. Barang yang di lantai bawah hanya 10 persen dari total jumlah barang, sisanya diatas (lantai dua) semua,” sebutnya.

Baca: Kebakaran di Lueng Putu, Api Berhasil Dipadamkan

“Kerugian lebih dari Rp 1 miliar, itu untuk modal, labanya kan lain lagi,” pungkas Mahdi.

Sementara itu, Kapolres Pidie Jaya, AKBP Musbagh Ni’am melalui Kapolsek Bandar Baru, Ipda Muhammad Nur menerangkan, sekitar pukul 19.00 Wib, saksi mata melihat asap keluar dari toko Tani Subur di lantai dua.

“Kemudian Amri (saksi mata) berteriak bahwasanya ada kebakaran, kemudian masyarakat yang sedang di kedai langsung berlari dan mencari alat seadanya untuk berupaya memadamkan api tersebut,” katanya.

Penyebab kebakaran sampai saat ini belum diketahui secara pasti. Namun menurut Ipda Muhammad Nur, kebakaran tersebut diduga akibat korsleting listrik.

Komentar

Loading...