Unduh Aplikasi

DI BALIK TRAGEDI PEMBAKARAN BARAK WIRATAKO

Keabadian Cinta di Bara Amarah

Keabadian Cinta di Bara Amarah
Polisi menggelar olah TKP pembakaran barak yang menewaskan Munir dan Nurul. Foto: istimewa
NAGAN RAYA - Herman tak pernah menyangka pertemuan dengan sang ayah, Munir (50), Jumat pekan lalu, adalah pertemuan terakhir mereka, sebelum ayah dan ibunya, Nurul (45) kembali ke barak PT Wiratako di Desa Neubok Yee, Kecamatan Tripa Makmur, Nagan Raya.

Munir tak lagi menunjukkan tanda-tanda keengganan untuk balik ke barak itu meski beberapa hari sebelumnya, kepada Herman, dia mengungkapkan ganjalan dalam hatinya. “Tiga hari sebelum kejadian, ayah pernah bilang ke saya dia tidak berani tidur lagi di barak itu,” kata Herman usai memakamkan jasad ayah dan ibunya, tak jauh dari rumah mereka, di Desa Mon Dua, kemarin.

Sejak lama Munir bekerja di perusahaan itu. Di hari-hari kerja, Munir beristirahat di barak di Desa Neubok Yee. Dia hanya kembali ke rumah mereka di Desa Mon Dua. Herman dan Munir tinggal berdekatan bersama dengan anggota lima anggota keluarga yang lain.

Menurut Herman, ayahnya bercerita tentang peringatan untuk tidak lagi tidur di barak itu. Dia berusaha menenangkan hati ayahnya. Dan meminta ayahnya tidak perlu merasa takut. Herman menyakinkan ayahnya bahwa pesan itu tidak serius.

Munir akhirnya pergi bersama Nurul. Dan inipun sebuah hal yang tak lazim. Biasanya Munir tak pernah mengajak istrinya untuk tidur di barak itu. Namun entah pertanda apa, akhirnya Nurul dan Munir bermalam di barak itu.

Namun memang manusia tak punya kuasa apa-apa. Pada pukul 01.20 WIB, anggota pos penjaga malam di perkebunan itu melihat adanya kobaran api dari dalam kebun. Petugas yang berada di sekitar perkebunan itu segera menuju barak.

Namun kedatangan mereka tak bisa menyelamatkan Munir dan Nurul yang terperangkap dalam kobaran api. Api yang menjalar cepat melahap semua yang dilaluinya dan merobohkan rumah berbahan kayu itu. Saat api mulai padam, tak ada yang bisa diselamatkan. Jasad Munir dan Nurul terlihat dalam kondisi mengenaskan. Keduanya tergeletak bersebelahan.

Herman sangat terkejut dan hanya bisa pasrah melihat kejadian buruk yang menimpa kedua orang tuanya. Herman menduga kebakaran barak itu bukan karena kecelakaan. Barak itu sengaja dibakar. Apalagi di sekitar lokasi kejadian, ditemukan obor dan topi.

“Saya berharap kepada pihak kepolisian tidak diam dan segera menangkap pelaku pembakaran barak tersebut,” ucapnya. 

Komentar

Loading...