Unduh Aplikasi

Kayu masjid dibakar, petugas Polhut dihajar massa

Tindakan petugas Polisi Hutan (Polhut) Dinas Kehutanan Simeulue membakar kayu yang kabarnya akan dijadikan bahan bangunan masjid berbuntut amukan massa. Aksi main hakim itu diperkirakan 10 menit, sehingga mengakibatkan tujuh petugas Polhut dilarikan ke Pustu desa setempat.

Massa Desa Tanjung Raya, Kecamatan Teluk Dalam, Simeulue-Aceh mengamuk setelah mengetahui kayu bahan bangunan masjid yang sedang diturunkan warga dari gunung ditangkap Polhut. Kayu tersebut bukan diamankan petugas, malah dibakar di lokasi kejadian, tepatnya, di lokasi wisata air terjun Desa Tanjung Raya, Kamis kemarin sekira pukul 15.15 WIB.

Mengetahui hal itu, warga yang diperkirakan 150-an tak terkontrol sehingga tersulut emosi dan menghakimi petugas Polhut hingga babak belur. Beruntung, emosi massa berhasil diredam setelah Polres Simeulue yang dipimpin Pama Iptu Rosmaladi dan anggota Koramil Teluk Dalam yang dipimpin Danramil Kapten Tamsil tiba di lokasi kejadian.

Kapolres Simeulue AKBP Edi Bestari, membenarkan adanya amukan massa terhadap petugas Polhut Dishub setempat. Warga Desa Tanjung Raya mengamuk diduga dipicu kayu yang disebut-sebut akan dijadikan bahan bangunan masjid dibakar.

"Hasil penyelidikan sementara, sebelum terjadinya amukan massa, anggota Polhut sebanyak 12 orang dan 2 orang petugas Kodim melakukan penertiban ilegal loging di Desa Tanjung Raya. temuan di lapangan terdiri dari 1/2 m 3 kayu berada di atas gunung dan 1.1/2 m3 berada di bawah. Setelah kayu temuan di atas dibakar dan kayu di bawah dimasukkan ke dalam mobil patroli Polhut. Mengetahui hal itu warga di desa itu melakukan perlawanan dan menghajar petugas Polhut," jawab Edi Bastari saat ditanyai AJNN, Jumat.

Kapolres mempertanyakan tim yang melakukan penangkapan kayu tersebut. Pasalnya, tim pemantau ilegal loging terdiri dari beberapa unsur yakni Polres, Kodim, Lanal, Dishub dan unsur Muspida lainnya.

"Anehnya, penangkapan dilakukan tanpa melibatkan Polres dan unsur lainnya. Pada hal tim pemantau ilegal loging telah dibentuk beberapa bulan lalu," ujar Edi.

Meskipun begitu, Kepala Dinas Kehutanan, Ir Ibnu Abbas menyayangkan amukan warga itu. Dia mengatakan pembakaran kayu yang dilakukan anggotanya itu merupakan bentuk spontanitas petugas, akibat kelelahan mendaki gunung yang jarak tempuhnya sangat jauh.

"Pembakaran kayu itu salah, tapi dilakukan mereka karena sudah lelah sehingga spontan membakar dengan minyak mesin sinsaw yang ada di lokasi kejadian. Tapi masyarakat tidak mesti main hakim sendiri," kata Ibnu Abbas.

Kadis ini mengaku, dinasnya tidak pernah mendapat laporan adanya aktivitas penebangan kayu untuk bahan bangunan masjid dari warga Tanjung Raya. Kebutuhan kayu bangunan masjid di desa itu telah lama dikabulkan Dishut sejak September 2014 sebanyak 5 m3.

"Kita tidak pernah melarang warga menebang kayu untuk masjid. Apalagi tahun sebelumnya telah kita kabulkan permintaan mereka," ujar Kadishut.

Senada dengan itu, Kabid Perlindungan Dishut Asliudin, SE menyebutkan dirinya bersama 13 orang anggota tim lainnya tak menyangka akan mendapatkan perlawanan dari warga. Sebelumnya, 10 Maret lalu, Dishut berhasil menangkap kayu olahan di Tanjung Raya sebanyak 4 m3. Hasil tangkapan itu telah dilaporkan ke Polres setempat dan belakangan barang bukti kayu tangkapan tadi hilang dari lokasi kejadian.

Asliudin menjelaskan razia penangkapan kayu itu terdiri dari 12 petugas Polhut Dishut dan 2 anggota Kodim 0115 Simeulue. Sedangkan, anggota tim lain seperti unsur Muspida lainnya tidak dilibatkan karena belum adanya anggaran.

Sementara, hingga berita ini ditayangkan, Kepala Desa Tanjung Raya belum berhasil dihubungi media ini.

Informasi diperoleh AJNN, tujuh petugas Polhut mengalami luka-luka serius yakni Alfin luka lecet di telinga kanan dan memar di dada, Suriadi. MS memar di bagian mata sebelah kiri, Alfianda mengalami memar di bahu, Wegi Andre sakit di bagian perut, Bismi memar di bagian kening sebelah kanan, Juma Alim dengan sesak di bagian dada dan memar di kepala bagian belakang dan Edi Karman memar di kepala bagian belakang.

SEPTIAN

Komentar

Loading...