Kata UNHCR Soal Kaburnya 20 Imigran Rohingya dan Satu TPPO

Kata UNHCR Soal Kaburnya 20 Imigran Rohingya dan Satu TPPO
Imigran Rohingya saat diamankan di Makodim Aceh Utara. Foto: AJNN/Sarina 

LHOKSEUMAWE - United Nations High Commissioner for Refugees (UNHCR) menanggapi terkait ditangkapnya 20 Imigran asal Myanmar etnis Rohingya dengan satu wanita terduga terlibat Tindak Pidana Perdagangan Manusia (TPPO).

“Pertama-tama, kami berterimakasih kepada Pemerintah Lhokseumawe, yang telah memberikan naungan bagi para pengungsi di BLK Kandang,” kata Associate External Relations/ Public Information Officer UNHCR Indonesia, Mitra Suryono kepada AJNN, Sabtu (12/12).

Perlu untuk diingat, sambung Mitra, bahwa pengungsi merupakan orang-orang yang melarikan diri dari negara asalnya karena alasan adanya penganiayaan. Mereka pergi dari negaranya karena mencari keselamatan dan perlindungan internasional.

Baca: Seorang Agen TPPO dan 20 Imigran Rohingya Kembali Ditangkap

“Karena itu, cara – cara penanganan pengungsi perlu mempertimbangkan faktor bahwa mereka adalah orang-orang yang telah mengalami berbagai trauma,” ujarnya.

Terkait perkembangan terbaru ini, lanjut Mitra, saat ini staff sedang berada dengan pihak yang berwenang untuk berkoordinasi dalam penanganannya.

“Kami harap melalui koordinasi ini kita dapat menjaga keamanan dan keselamatan semua pihak serta tetap melindungi pengungsi agar mereka dapat menjalankan kehidupan yang baik,” imbuhnya.

Komentar Pembaca

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
Loading...

Berita Terkini

Umum
USK Jalin Kerja Sama dengan KPK

BANDA ACEH - Universitas Syiah Kuala menjalin kesepakatan kerja sama dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam upaya...