Unduh Aplikasi

Kata Tokoh Adat dan Budaya Terkait Wajib Berbahasa Aceh di Lhokseumawe

Kata Tokoh Adat dan Budaya Terkait Wajib Berbahasa Aceh di Lhokseumawe
Surat berbahasa Aceh yang dikirimkan dari kantor camat untuk para mukim dan keuchik. Foto: Ist

LHOKSEUMAWE - Tokoh Adat dan Budaya Aceh, Syamsuddin atau kerap dipanggil Ayah Panton sangat mendukung terkait diwajibkan berbahasa Aceh di wilayah kerja Pemerintah Kota Lhokseumawe yang diterapkan setiap hari Jumat.

Namun, dirinya meminta Pemerintah Kota Lhokseumawe untuk mengadakan pertemuan dengan para ahli bahasa supaya bahasa daerah yang diucapkan tidak hilang dari kaidah yang ada.

“Kami mendukung dan ini sudah sangat bagus, tapi perlu duduk para ahli bahasa atau lembaga terkait lainnya supaya adanya kesepakatan terhadap kosa katanya. Misalkan, saat apel siap gerak, apa akan dibilang Dong Beukong atau lainnya,” kata Ayah Panton kepada AJNN, Jumat (30/8).

Lanjutnya lagi, sehubungan dengan surat yang ada di Kantor Camat Blang Mangat yang disurati untuk para mukim dan keuchik, menurutnya itu belum total bahasa Aceh, namun masih bahasa Indonesia yang di Acehkan. Sehingga ini butuh duduk antara forum untuk kesepakatan.

Baca: Jumat Pertama, Bahasa Aceh Mulai Diterapkan di Lingkungan Pemko Lhokseumawe

“Tapi pada prinsipnya ini sudah baik dan kami dukung, mungkin juga perlu ada semacam pertemuan di Pemko Lhokseumawe untuk memberi pemahaman kepada yang ingin melaksanakan hal itu supaya bahasanya tidak hilang dari aqidah, karena ada qaidah-qaidah bahasa,” jelasnya.

Sambungnya lagi, dirinya juga berharap penerapan bahasa tersebut sampai kepada masyarakat. Kemudian dalam beberapa waktu akan datang memberikan semacam buku panduan terhadap pembakuan Bahasa Aceh, seperti yang pernah dirumuskan pada Kongres Persatuan Aceh. 

Kyriad Muraya Hotel Aceh

Komentar

Loading...