Unduh Aplikasi

Kata Sekdes Tualang Tentang Kehidupan Putri Sakit Perut Saat Belajar

Kata Sekdes Tualang Tentang Kehidupan Putri Sakit Perut Saat Belajar
Putri menangis di sekolah akibat sakit perut. Foto: Modus

ACEH TIMUR – Media sosial sejak beberapa hari terakhir di hebohkan oleh pemberitaan tentang Putri Dewi Nilaratih, siswi SPLT 4 Peureulak Aceh Timur yang diantarkan pulang dari sekolah karena sakit perut.

Menurut pengakuan Putri, saat itu dirinya sakit perut bukan karena tidak mau makan, akan tetapi di rumahnya tidak memiliki beras. Dari situ, sontak membuat pemberitaan itu heboh dikalangan masyarakat.

Sekretaris Desa Tualang, Kecamatan Peureulak Kabupaten Aceh Timur, Hasanuddin menceritakan kronologis sebenarnya kehidupan Putri kepada AJNN, kalau dilihat dari kondisi rumahnya memang orang kurang mampu, tapi kalau bantuan banyak yang didapat oleh keluarganya.

“Bantuan kepada keluarga tersebut juga sangat banyak, bahkan jika dibandingkan dengan warga miskin lain, lumayan keluarga tersebut mendapat bantuannya, Cuma kondisi rumah saja yang kurang layak huni,” kata Hasanuddin kepada AJNN, Selasa, (13/8).

Kalau dilihat dari fisik orangtuanya juga masih kuat dua-duanya, apalagi ayahnya kerja bangunan dan ibunya jual gorengan waktu sore hari, sangat kecil kemungkinan kalau seperti yang diberitakan selama ini terjadi.

“Kami maklumi kalau mereka orang kurang mampu, kadang-kadang ada pendapatan dan kadangkala tidak ada. Kami saja yang hidup sederhana ada juga terkadang putus ekonomi,” ungkapnya.

Lanjut Sekdes, pihaknya tidak bisa terima dengan pemberitaan yang keluar beberapa waktu lalu, karena waktu pihaknya bertanya kepada Putri, gadis itu mengaku memang jarang sarapan pagi dan kebetulan pagi itu sakit perut di sekolah.

“Jadi waktu kami tanya Putri mengaku memang jarang sarapan pagi, dan kebetulan hari itu sakit perut dan minta izin pulang. Namun disitu dia mengeluarkan bahasa tidak ada beras, sontak didengar publik dan bahasa itu langsung dipegang kalau sakit perut karena tidak ada beras,” ungkapnya.

Sambungnya, saat pemberitaan itu keluar, bukan hanya dari perangkat gampong, keluarga atau saudara kandung Putri yang tinggal di lingkungan rumahnya juga syok, karena selama ini Putri tidak pernah datang ke rumah mereka untuk meminta apapun, dan tiba-tiba sudah keluar berita demikian.

“Saudara kandungnya juga memiliki usaha tahu, jadi sontak mereka juga terkejut. Padahal dalam tahun 2019 ini, keluarga tersebut juga akan menerima bantuan rehap rumah. Dan ditaksirkan akan berlangsung pada akhir Agustus 2019 ini,” jelasnya.

Hasanuddin juga mengaku, selama ini keluarga Putri juga terkesan tertutup dengan lingkungan, dan jarang aktif setiap ada kegiatan dikampung.

“Selama ini memang sangat jarang aktif di kampung untuk bersosialisasi, kita tidak tau kenapa mungkin karena factor sibuk kerja atau karena ada hal lain,” imbuhnya.

Komentar

Loading...