Unduh Aplikasi

Kata PT PAG Soal Keluhan Kontraktor Lokal

Kata PT PAG Soal Keluhan Kontraktor Lokal
Belasan kontraktor asal Kota Lhokseumawe saat mengadu ke DPRK entang persyaratan lelang di PT Perta Arun Gas (PAG) yang dianggap memberatkan.Foto: AJNN/Sarina

LHOKSEUMAWE – PT Perta Arun Gas (PAG) akan memperpanjang masa pendaftaran pelelangan paket pekerjaan hingga 12 hari ke depan. Hal itu dilakukan menanggapi keluhan kontraktor lokal yang menganggap perusahaan tersebut memperberat syarat administrasi bagi pengusaha lingkungan.

“Kita masih prioritaskan pengusaha lokal, pada paket pelelangan,” kata Humas PT PAG Muhammad Nasir, Rabu (4/11).

Nasir menambahkan, pelelangan tahun ini dilakukan untuk perusahaan menengah ke atas, dan menurutnya itu berbeda dengan tahun 2018 lalu. Oleh karenanya perlu melengkapi syarat administrasi sesuai yang ditentukan.

Baca: Belasan Kontraktor Datangi DPRK Lhokseumawe

“Kami wajibkan peserta lelang lengkapi akuntan publik yang terdaftar di OJK. Dan disini kami juga akan mencari solusi untuk mengakomodir keluhan kontraktor lokal tersebut,” imbuhnya.

Sebelumnya, belasan kontraktor asal Kota Lhokseumawe mendatangi Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Kota (DPRK) setempat, Selasa (3/11). Kedatangan mereka untuk mengadu tentang persyaratan lelang di PT Perta Arun Gas (PAG) yang dianggap memberatkan mereka.

“Ada 58 kontraktor lokal yang terdaftar di PAG, pada pertengahan Oktober 2020 lalu dibuka pelelangan terhadap sejumlah pekerjaan di perusahaan tersebut. Kami dari kontraktor lokal mengadu ke DPRK, karena kami anggap ada sebuah permainan untuk memperberat aturan administrasi kepada perusahaan lokal oleh PT PAG,” kata perwakilan kontraktor lokal, Muhammad MY kepada sejumlah awak media.

Sambung Muhammad, administrasi pelelangan yang diberlakukan ole PT PAG dianggap memberatkan perusahaan lokal, hal ini dianggap menjadi permasalahan besar menyangkut akuntan publik.

“Pasalnya, pengumuman yang ditempelkan tahun 2018 dengan 2020 menyangkut dengan syaratnya sama. Tapi saat akuntan yang kami lampirkan mereka (Pihak PAG) salah kan. Nah, di sini kami duga mereka ada perusahaan yang menjadi akuntan dari luar daerah,” tuturnya.

Komentar

Loading...