Unduh Aplikasi

Kata Kepala KPPN Lhokseumawe Terkait Pemukulan Wirna oleh Oknum Security

Kata Kepala KPPN Lhokseumawe Terkait Pemukulan Wirna oleh Oknum Security
Korban pemukulan di KPPN Lhokseumawe Salinan ini telah tayang di http://www.ajnn.net/news/viral-di-sosmed-ini-kronologi-pemukulan-office-girl-di-kppn-lhokseumawe/index.html.

LHOKSEUMAWE – Kepala KPPN Lhokseumawe, Muliasyah menanggapi terkait kasus pemukulan terhadap Wirna Handayani (33) seorang office girl yang diduga pelakunya seorang oknum security berinisial R yang berkerja di kantor setempat.

Menurutnya, Wirna baru bertemu dengannya satu hari setelah pemukulan itu terjadi yakni 19 Juni 2019, sementara pengambilan visum dan kejadian terjadi pada 18 Juni 2019. Dan terkait intervensi agar Wirna tak melapor ke polisi tidaklah benar

Baca: Viral di Sosmed, Ini Kronologi Pemukulan Office Girl di KPPN Lhokseumawe

“Jadi antara abang korban dengan pelaku ini kawan akrab sebelumnya, sebelum saya masuk ke Lhokseumawe mereka sudah akrab. Di sini kita tidak tau apa ada salah paham, saya kurang tau karena saat saya di Lhokseumawe, abangnya Wirna tidak lagi di kantor itu,” katanya kepada AJNN, Jumat (21/6).

Sambungnya lagi, jadi pagi itu salah paham waktu dibuka pintu gerbang parkir. Mungkin mereka cekcok, R ini tinggalkan korban, dan Wirna sendiri mencoba mengejar dari belakang dan menendang R. Jadi karena yang pelaku merasa sakit baru dibalas, karena saling balasan maka jatuhlah korban ini.

“Waktu jatuh karena sudah sama-sama enggak bisa menguasai diri, karena korban perempuan dan lemah makanya dia yang babak belur. Setelah itu R mengadu ke satpam satu lagi supaya dipisahkan dan tidak lagi terjadi aksi saling pukul. Keterangan itu disampaikan langsung oleh korban dan pelaku kepada saya, dan penjelasannya sejalan,” ungkap Kepala KPPN Lhokseumawe.

Terkait ancaman jika Wirna melaporkan ke polisi akan di PHK, Muliasyah membantah hal itu. Karena menurutnya dua-duanya sudah dianggap sebagai anak, namun Ia hanya menyampaikan, kalau mereka berdua tidak menyelesaikan hal ini, suatu saat nanti akan keluar dan saling pukul-pukul di luar.

“Secara kelembagaan kami sudah memanggil dan sudah memediasi mereka secara internal, sudah kita laporkan juga ke pimpinan pusat terkait BAP yang kita ambil. Dalam BAP itu dua-duanya mengakui, dan itu kejujuran mereka berdua. Tinggal kami menunggu hasil dari pimpinan tindakan apa yang harus diambil,” ungkapnya.

Sambungnya lagi, korban dan pelaku masih tetap diperbolehkan bekerja seperti biasanya, karena hal itu takkan berpengaruh pada pekerjaan mereka. Hanya saja, kalau nanti ada rekomendasi dari tim unit kepatuhan internal mungkin yang meminta mereka diistirahatkan.

“Jika ini naik ke ranah hukum maka mereka akan diistirahatkan dulu biar mereka bisa fokus menyelesaikan masalah ini di ranah hukum,” jelasnya.

Dan kepada netizen Muliasyah meminta sebelum pihaknya mengklarifikasi kejadian sebenarnya, maka jang berbicara sembarangan dulu. Karena kalau kelembagaan menuntut balik atas pencemaran nama baik akan jadi masalah baru.

“Tolong, sebelum memvonis mereka berdua atau KPPS, maka carilah dulu akar permasalahannya,” pungkasnya.

Komentar

Loading...