Unduh Aplikasi

Kata Kepala Disperindagkop Soal Dugaan Penggelapan Uang Retribusi Pasar

Kata Kepala Disperindagkop Soal Dugaan Penggelapan Uang Retribusi Pasar
Ilustrasi. Foto: Net

LHOKSEUMAWE – Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi (Kadisperindagkop), Lhokseumawe, Ramli menyebutkan, uang senilai Rp 94 juta yang diduga digelapkan oleh pemungut retribusi pasar merupakan hasil kutipan selama tiga bulan.

“Jadi selama ini administrasi terus berjalan. Sementara untuk anggaran Rp 94 juta itu dinilai menunggak sejak tiga bulan yaitu April, Mei, Juni,” kata Ramli, Jumat (6/12).

Dikatakan Ramli, pihaknya berharap Haria dapat melunasi penunggakan itu sebelum memasuki awal tahun 2020. Dan batas terakhir yang diberikan yakni hingga akhir Desember 2019.

Baca:Polisi Selidiki Kasus Dugaan Penggelapan Uang Retribusi Pasar Inpres

“Kita sudah menyurati Haria untuk segera melunasi tunggakan itu. Dan jika tidak kunjung dibayar, maka sesuai kesepakatan kalau Pemerintah dan Kejaksaan akan melakukan penertiban sesuai hukum berlaku,” ujarnya.

Ramli mengakuu tidak mengetahui terkait pemanggilan Haria oleh Kepolisian Polres Lhokseumawe, dan juga tidak mengetahui kalau ada pemeriksaan terhadap kasus dugaan penggelapan.

“Kami berharap segera dilunasi uang itu, agar tidak bermasalah dengan hukum. Kami dari dinas juga memiliki target wajib setor, maka segera bayar agar retribusi daerah bisa tercapai,” tuturnya.

Komentar

Loading...