Unduh Aplikasi

Kata Kejari Pidie Jaya Terkait Biogas Bantuan yang Tidak Berfungsi

Kata Kejari Pidie Jaya Terkait Biogas Bantuan yang Tidak Berfungsi
Kejari Pidie Jaya, Mukhzan (kanan) dan Kasi Intel, Rifai Affadi (kiri). Foto: AJNN.Net/Muksalmina

PIDIE JAYA - Kejaksaan Negeri (Kejari) Pidie Jaya tidak menemukan adanya indikasi penyelewengan terkait biogas bantuan Pemerintah Provinsi Aceh di Pidie Jaya yang tidak berfungsi.

"Kami sudah turun ke lapangan, selama tiga hari kita turun ke lapangan untuk mengecek terkait biogas yang tidak berfungsi, kami tidak menemukan adanya indikasi penyelewengan," kata Kajari Pidie Jaya, Mukhzan melalui Kasi Intel, Rifai Affandi kepada AJNN, Senin (26/8) malam.

Dikatakan Rifai, setelah pihaknya mempelajari dokumen bantuan biogas tersebut dan mengecek langsung ke lapangan, pembangunan biogas bantuan provinsi tahun 2018 itu telah dikerjakan memenuhi spek dan sesuai dengan Rencana Anggaran Biaya (RAB).

Baca: Masalah Biogas, Kejari Pijay: Kita Sudah Kumpulkan Dokumen

Hanya saja, lanjut Rifai, pemanfaatan dari penerima manfaat dinilai kurang maksimal. Disamping itu pihaknya merekomendasikan pihak Dinas Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Aceh dalam hal penyediaan sparepart, serta memberi pelatihan penggunaan gas yang berasal dari kotoran hewan tersebut.

"Selama tiga hari, banyak titik yang telah kami cek, kami ukur. Biogas itu dikerjakan sesuai spek di RAB, cuma kendalanya adalah pemanfaatan dari penerima bantuan yang kurang maksimal," jelasnya.

Namun begitu, sambungnya, Kejari Pidie Jaya tetap akan menindak lanjuti jika ada indikasi atau bukti baru mengenai masalah biogas bantuan tersebut.

"Artinya masalah biogas ini tidak berhenti disini, jika sewaktu-waktu ada bukti baru, maka pemeriksaan itu akan dibuka kembali," tegas Rifai.

Komentar

Loading...