Unduh Aplikasi

Kata Kadiv Humas Polri Terkait Penangkapan UH atas Dugaan Kepemilikan Sabu 1,7 Ton

Kata Kadiv Humas Polri Terkait Penangkapan UH atas Dugaan Kepemilikan Sabu 1,7 Ton
Fiber yang diduga digunakan untuk menyimpan sabu seberat 1 otn lebih. Foto: AJNN/Darmansyah Muda

ACEH BARAT - Mabes Polri hingga saat ini belum menyampaikan keterangan resmi terkait penangkapan UH warga asal Desa Pulo Teungoh, Kecamatan Meureubo, Kabupaten Aceh Barat yang diduga menyimpan sabu dengan perkiraan mencapai 1,7 ton.

Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol Argo Yuwono saat dikonfirmasi AJNN terkait benar atau tidaknya penangkapan UH itu terkait kasus dugaan kepemilikan narkoba yang diperkirakan capai 1,7 ton atau ada kasus lain yang menjeratnya, Argo meminta agar menunggu kabar selanjutnya.

"Nanti setelah semua data lengkap ya," kata Kadiv Humas Polri, Irjen Pol Raden Argo Yuwono membalas pesan singkat AJNN melalui WhatsApp pada Minggu, (18/4) sore.

Baca: Pasca Ditangkap atas Dugaan Kepemilikan Sabu 1,7 ton, Warga Meurebo Tak Diketahui Keberadaannya

Sebelumnya, Halimah istri UH menyebutkan bahwa suaminya kini sudah dibawa ke Mabes Polri untuk proses pemeriksaan lebih lanjut.

"Tadi di telepon, katanya dari Mabes Polri. Sudah di bawa ke Mabes Polri kemarin kata yang telepon," kata Halimah, kepada AJNN.

Baca: Terkait Kasus Dugaan Kepemilikan Sabu 1,7 ton, UH Ternyata Dibawa ke Mabes Polri

Diberitakan sebelumnya, UH (45), warga Desa Pulo Teungoh, Kecamatan Meureubo, Kabupaten Aceh Barat diamankan pihak kepolisian lantaran diduga menyimpan sabu yang diperkirakan mencapai 1,7 ton. 

Barang diduga sabu tersebut dikemas di dalam goni dan disimpan dalam fiber besar yang biasa digunakan untuk melaut. UH diamankan pada Jumat, (16/4) malam sekira pukul 22.00 WIB. 

Menurut keterangan Halimah istri UH, saat suaminya diamankan oleh sejumlah orang berseragam dan bersenjata api dan juga ada yang bersebo serta menggunakan rompi bertuliskan Brimob.

Ia tidak tahu jika, suaminya diamankan lantaran diduga menyimpan sabu di halaman rumahnya yang disembunyikan didalam fiber. 

"Saya tidak tahu jika didalam itu adalah sabu karena terbungkus dengan goni saat dikeluarkan malam pada itu. Saya juga tidak melihat persis sebab saya tidak diizinkan medekat," kata Halimah, kepada AJNN, Sabtu, (17/4). 

Halimah mengira jika barang di dalam itu merupakan damar sebagai bahan membuat boat, apalagi selama ini sang suami kerjanya selain menjadi buruh kasar juga membuat boat nelayan. 

HUT Pijay

Komentar

Loading...