Unduh Aplikasi

Kata Kadinkes Banda Aceh Soal Dugaan Mobil Jenazah Dipakai untuk Kampanye

Kata Kadinkes Banda Aceh Soal Dugaan Mobil Jenazah Dipakai untuk Kampanye
Lampiran bukti laporan masyarakat Peuniti ke Panwaslih Banda Aceh. Foto: Ist

BANDA ACEH - Masyarakat Gampong Peuniti, Kecamatan Baiturrahman, Kota Banda Aceh, melaporkan calon legislatif Dewan Perwakilan Rakyat Kota (DPRK) dari Partai Nasdem, Abdul Rafur ke Panitia Pengawas Pemilihan (Panwaslih) setempat atas dugaan penggunaan fasilitas negara untuk kampanye, Jum'at (5/4).

Laporan masyarakat Peuniti ini diterima langsung oleh Komisioner Panwaslih M Yusuf Alqardawi, dalam laporan tersebut, Abdul Rafur diduga menggunakan mobil jenazah (ambulance) dari Dinas Kesehatan Banda Aceh, kemudian pada mobil tersebut terpasang logo partai.

 Baca: Diduga Pakai Fasilitas Negara, Caleg Nasdem Banda Aceh Dilaporkan ke Panwaslih

Terkait dugaan itu, Abdul Rafur membantah keras tuduhan dirinya menggunakan fasilitas negara yakni mobil jenazah untuk berkampanye.

Rafur mengatakan, mobil jenazah tersebut tidak pernah digunakan untuk kegiatan kampanye selama proses pemilu berlangsung. Apalagi memasang embel-embel partai seperti yang dilaporkan.

"Tidak pernah saya gunakan mobil itu untuk kampanye, saya tidak bikin caleg di situ, tidak-ada apa-apa disitu, coba lihat ada tidak lambang partai di situ," bantah Abdul Rafur saat dikonfirmasi AJNN, Jumat (5/4).

Mengenai mobil jenazah tersebut, Kepala Dinas Kesehatan Kota Banda Aceh, Warqah Helmi membenarkan bahwa mobil tersebut diperuntukan oleh Dinas Kesehatan bagi masyarakat Gampong Peuniti melalui program aspirasi dewan setempat.

Baca: Abdul Rafur Bantah Gunakan Fasilitas Negara untuk Kampanye

"Mobil jenazah itu hibah untuk Gampong Peuniti, memang itu aspirasi dari dewan," tutur Warqah saat dikonfirmasi AJNN, Minggu (7/4).

Mengenai pengelolaannya, Warqah menyampaikan persoalan itu diluar dari kewenangan Dinkes. Ketika sudah dihibah, maka akan dikelola oleh gampong.

"Hal lain, kalau memang dari gampong memberikan kepada siapa, kan diluar dari Dinkes. Karena penyerahan kepada gampong untuk dimanfaatkan masyarakat," ujarnya.

Grand Max berwarna silver yang didesain untuk mobil jenazah itu dihibahkan pada tahun 2018 lalu ke Gampong Peuniti, harga mobil itu sendiri dibawah Rp 200 juta.

"Mobil tahun 2018, angkanya memang dibawah Rp 200 juta," tutup Warqah.

Sebelumnya, Abdul Rafur juga mengatakan bahwa mobil jenazah itu merupakan bagian dari pelaksanaan program aspirasinya selaku anggota DPRK Banda Aceh, melalui Dinas Kesehatan. Dan sampai saat ini masih tetap atas nama dinas.

Kemudian, mobil tersebut dititipkan ke Gampong Peuniti. Lalu, karena gampong tidak mampu merawat, sehingga diminta agar dirinya untuk menjaga mobil tersebut.

"Kan enggak ada yang salah itu, dan tidak dilarang siapa pun yang pinjam, silahkan ambil, yang penting jaga mobilnya," pungkasnya

Komentar

Loading...