Unduh Aplikasi

Kata Distributor Penyalur Soal Makanan Bagi Balita Posyandu Expired

Kata Distributor Penyalur Soal Makanan Bagi Balita Posyandu Expired
Kemasan sachet Agar-agar Powder, Sparrow Brand made In Indonesia yang di manipulasi lebel masa pemakainnya

LHOKSEUMAWE- Suwandi, pemilik Toko Restu selaku distributor penyalur makanan kemasan jenis agar-agar Powder Sparrow Brand, yang diduga telah expired sejak 2016 yang diperuntukkan bagi balita Posyandu di empat Kecamatan Lhokseumawe mengaku makanan tersebut diperoleh dari salah satu toko asal Medan Sumatera Utara, milik warga Thionghua.

"Seluruh barang agar-agar Powder dengan jumlah seratus kotak lebih itu saya pesan dari salah satu toko di Medan, milik Thionghua," kata Suwandi kepada AJNN, Selasa (20/8).

Baca:Agar-agar Powder Expired Beredar pada Acara Posyandu di Lhokseumawe

Suwandi menyebutkan, dirinya sudah lama berlangganan untuk segala kebutuhan baik itu barang kelontong maupun keperluan untuk barang permintaan Dinkes Lhokseumawe dengan Cek Bayu, pemilik Toko Timur yang beralamat di Tomang Elok, Jalan Gatot Subroto, Medan itu.

"Saya sudah empat tahun bekerjasama dengan Dinkes, dan baru hari ini ada komplin. Dimana barang yang saya pasok disebutkan terdapat kejanggalan pada masa kadaluarsanya," sebutnya.

Suwandi menuturkan, seluruh barang yang sebelumnya sempat dipasok olehnya ditarik kembali.

"Saya sudah tarik dan kirim balik ke pemilik toko Medan, dan minta saya juga minta dikirimkan surat atas kekeliruan barang tersebut, namun hingga saat ini belum ada tanggapan," jelasnya.

Dia membenarkan, bila dalam bungkusan kemasan sachet agar-agar tersebut terdapat tanggal dan tahun masa kadaluarsanya (expired) tertera tahun 2016, kemudian ditempel dengan stiker baru dengan tahun 2020 masa expirednya.

"Menurut keterangan toko di Medan, agar-agar dalam kemasan tersebut itu baru semua, hanya salah cetak tanggal expired saja saat produksi," kata Suwandi.

Meski begitu dirinya mengaku barang tersebut tetap akan ditarik semua dari konsumen. Selain itu Suwandi mengaku, setelah dilakukan kros cek, ternyata barang agar-agar powder tersebut beredar hampir semua toko yang ada di Lhokseumawe," pungkasnya.

Sementara itu secara terpisah, Cek Bayu, pemilik Toko Timur asal Medan, Sumatera Utara, tidak menjawab upaya konfirmasi yang dilakukan AJNN, baik itu via telpon maupun layanan pesan Whatshap.

Iklan Kriyad

Komentar

Loading...