Unduh Aplikasi

Kata BMKG Terkait Hujan Es di Aceh Tengah

Kata BMKG Terkait Hujan Es di Aceh Tengah
Ilustrasi hujan es. Foto: Net

LHOKSEUMAWE - Badan Metereologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Malikussaleh menyebutkan, kendati hujan es merupakan fenomena biasa yang kerap terjadi, namun jika ukurannya melebihi di atas 10 mili ke atas akan sangat membahayakan bagi masyarakat penduduk setempat.

Pasalnya hujan es yang melanda Kecamatan Jagong Jeget, Kabupaten Aceh Tengah, terjadi pada siang hari.

“Kalau ukuran esnya masih sekitar satu atau dua mili maka tidak akan berbahaya, namun jika ukurannya melebihi sepuluh mili maka akan sangat berbahaya,” kata Kepala BMKG Malikussaleh, Nasrol kepada AJNN, Minggu (7/6).

Sambungnya lagi, biasanya hujan es tersebut terjadi disubtropics, dan bisa juga terjadi di kawasan ekuator. Karena pengembunan udara di level atas pada tingkat yang level rendah secara geopotensial.

“Menurut perhitungan metereologi ada yang namanya pemantauan level. Di tiap-tiap wilayah bisa saja berbeda-beda. Dan disitulah ada pemantapan masa ufara terjadi pengembunan secara cepat pada level yang rendah,” jelas Nasrul.

Menurutnya ketika berada di level tersebut, pengembunan itu maka akan terjadi butiran es, karena gaya tarik ke bawah lebih besar daripada gaya angkat ke atas. Karena es itu terbentuk di awas columnimbus maka tertarik ke bawah sebelum pencairan itu terjadi.

“Karena pengembunan terlalu cepat, dan ditambah lagi daerah yang dingin, maka penumpukan es lebih cepat dan daya Tarik ke bawah lebih kuat,” ungkapnya.

Komentar

Loading...