Unduh Aplikasi

Kasus Ujaran Kebencian Terhadap Plt Gubernur, “Abu Malaya” Terancam Enam Tahun Penjara

Kasus Ujaran Kebencian Terhadap Plt Gubernur, “Abu Malaya” Terancam Enam Tahun Penjara
Kapolres Pidie Jaya, AKBP Musbagh Ni'am memperlihatkan tersangka penyebar ujaran kebencian terhadap Plt Gubernur. Foto: AJNN/Muksal

PIDIE JAYA - RA pemuda berusia 23 tahun asal Gampong Meue, Kecamatan Trienggadeng, terpaksa mendekam dibalik jeruji besi akibat menyebar ujaran kebencian melalui media sosial facebook.

‘Abu Malaya’ adalah akun facebook yang dikendalikan oleh pemuda yang pernah merantau ke Malaysia itu, ia memposting status facebook dengan menyebut Plt Gubenur Aceh, Nova Iriansyah ‘Antek PKI’ pada 7 Juni 2020.

Akibat ulahnya itu, RA ditangkap oleh Kepolisian Resort Pidie Jaya dibawah Satuan Reserse dan Kriminal, Rabu 17 Juni 2020 di Meulaboh, Aceh Barat. Dan kemarin RA beserta barang bukti telah diserahkan ke Kejaksaan Negeri Pidie Jaya.

‘Abu Malaya’ kini dihadapkan dengan ancaman maksimal enam tahun penjara, karena didakw melanggar Pasal 45 ayat (2) dan Pasal 45 ayat (3) Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE).

“Ancaman pidana nya enam tahun kurungan penjara,” kata Kajari Pidie Jaya, Mukhzan melalui Kasi Pidum, Aulia kepada AJNN, Selasa (22/9).

Selain terancam penjara enam tahun, ‘Abu Malaya’ sejauh ini juga menjadi satu-satunya dan yang pertama tersangka kasus ujaran kebencian yang ditangani oleh penegak hukum di kabupaten yang dimekarkan dari Kabupaten Pidie pada tahun 2007 lalu itu.

“Sejauh ini kasus ujaran kebencian di Kejaksaan Pidie Jaya adalah yang pertama (kasus Abu Malaya),” pungkas Aulia.

Komentar

Loading...